_
Home / Medan / Poldasu Tetapkan Benny Sihotang Sebagai Tersangka Penipuan
Benny Sihotang (WOL Photo)

Poldasu Tetapkan Benny Sihotang Sebagai Tersangka Penipuan

MEDAN, Waspada.co.id – Penyidik Subdit II Harta Benda Bangunan dan Tanah (Harda Bangtah) Dit Reskrimum Polda Sumut telah menetapkan, Benny Harianto Sihotang dan Fernando Nainggolan alias Moses, sebagai tersangka terkait proyek revitalisasi Pasar Horas yang berbuntut terjadinya dugaan penipuan.

“Sudah kita tetapkan sebagai tersangka (Benny Harianto Sihotang) dan Fernando Nainggolan alias Moses,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian, Kamis (12/9).

Lebih lanjutnya, dalam kasus dugaan penipuan ini, Benny Sihotang merupakan otak pelaku. “Memang dia (Benny Sihotang) yang dilaporkan (otak pelakunya). Sedangkan Fernando ikut serta dalam kasus ini. Dia (fernando) merupakan orang suruhan Benny,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubdit Harda Bangtah AKBP Edison Sitepu, menjelaskan penetapan tersangka itu setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara.

“Penetapan tersangka setelah dilakukan gelar perkara dan memeriksa beberapa saksi sebelumnya,” sebutnya.

Langkah yang akan dilakukan pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara, selanjutnya akan melakukan pemanggilan terhadap Benny Harianto Sihotang sebagai tersangka pada Senin (16/9). “Pemanggilan pertama nanti kita lakukan hari Senin,” jelasnya.

Dalam kasus ini, sebagai pelapor Rusdi Taslim melaporkan Benny Harianto Sihotang ke Mapolda Sumut. Korban (pelapor) merasa dirugikan sebesar Rp1,7 miliar.

Sebelumnya, penyidik Subdit II Harta Benda Bangunan dan Tanah (Harda Bangtah) Ditreskrimum Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait proyek revitalisasi Pasar Horas yang berbuntut terjadinya dugaan penipuan. Saksi tersebut diantaranya Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor dan Sekda Kota Pematangsiantar Budi Utari Siregar.

Informasi diperoleh, proyek revitalisasi Pasar Horas Pematangsiantar diproyeksikan tahun 2018 dengan pagu sebesar Rp24 miliar. Oleh pihak PD Pasar Horas yang kala itu Dirutnya Benny Harianto Sihotang, memenangkan satu perusahaan milik Fernando Nainggolan alias Moses bersama Rusdi Taslim.

Seiring berjalannya waktu, Benny Sihotang meminta uang kepada rekanan (Rusdi Taslim). Oleh Rusdi Taslim menyuruh anggotanya bernama Didit Cemerlang yang kemudian uang diberikan kepada Fernando Nainggolan alias Moses.

Oleh Fernando Nainggolan alias Moses mengirim lewat rekening kepada Benny Harianto Sihotang. Akan tetapi, proyek pembangunan Pasar Horas tidak ada alias fiktif. Akibat kejadian itu, Rusdi Taslim mengaku mengalami kerugian Rp1,7 miliar.

Karena menjadi korban penipuan, sehigga Rusdi Taslim melaporkan kasus itu ke Poldasu ditangani Subdit IV/Renakta. Tapi karena dinilai penanganannya terkesan lambat sehingga diserahkan ke Subdit II/Harda-Bangtah.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Pilot Helikopter Bawa Pengantin Dapat Sanksi Tegas

MEDAN, WOL – Polda Sumut telah mengakui adanya kesalahan prosedur pemakaian helikopter milik Polri yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.