Home / Medan / Poldasu Tangkap Pengoplos Tabung Gas Bersubsidi di Tembung
WOL Photo

Poldasu Tangkap Pengoplos Tabung Gas Bersubsidi di Tembung

MEDAN, Waspada.co.id – Subdit I/Indag Direktorat (Dit) Reskrimsus Poldasu menggerebek rumah yang dijadikan lokasi praktik pengoplosan gas bersubsidi di Jalan  Williem Iskandar No 127 B, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung.

Dari lokasi ditangkap pemilik rumah Benget Silalahi beserta barang bukti 19 tabung gas LPG isi 12 kg dalam keadaan berisi hasil pemindahan dari tabung gas LPG isi 3 kg.

Kemudian 76 tabung gas isi 3 kg dalam keadaan kosong yang sudah dipindahkan ke dalam tabung gas 12 kg, 36 tabung gas isi 12 kg kosong, 98 tabung gas isi 3 kg dalam keadaan berisi, kompor masak, timbangan, 7 alat pemindahan isi tabung gas berisi pipa besi, buku penjualan, obeng, tutup segel tabung gas, karet tabung gas, ember dan panci pemanas air.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, didampingi Kasubdit I/Indag Dit Reskrimsus, Kompol Roman, Jumat (4/5), mengatakan penggerebekan dilakukan atas adanya informasi pengoplosan gas bersubsidi di Jalan Williem Iskandar Medan.

“Modusnya pemindahan isi tabung gas 3 kg bersubsidi ke dalam tabung gas 12 kg,” ungkapnya.

Dijelaskan, dalam aksinya tersangka Benget terlebih dahulu membeli tabung gas dari tukang beca yang membeli pada kios-kios pengecer gas LPG 3 kg yang mengantar ke tempat usaha tersangka dengan harga pembelian Rp17 ribu.

Kemudian, tabung gas 3 kg sebanyak 4 tabung dipindahkan isinya ke dalam tabung 12 kg menggunakan peralatan kompor gas, besi bulat, obeng, panci, ember, alat timbang dan segel.

Untuk mengerjakan ini dilakukan dua orang karyawan MP dan MTP alias Ucok.

“Caranya mereka ini terlebih dahulu masak air panas kemudian memasukkan ke dalam ember dan tabung gas 3 kg dimasukan ke dalam air panas,” jelas Kompol Roman.

Selanjutnya, besi bulat diletakkan pada bagian tabung gas 3 kg dan 12 kg dengan meletakkan tabung gas 3 kg di atas tabung gas 12 kg. Setelah tabung gas 12 kg berisi kemudian ditimbang dan diberi segel selanjutnya dijual kepada masyarakat Rp105.000 sampai Rp110.000.

Pengakuan tersangka Benget kegiatan ini sudah berjalan 4 bulan dan meraup keuntungan hingga Rp500 juta.

Dalam kasus ini, BS ditetapkan sebagai tersangka sedangkan pekerjanya hanya sebagai saksi.

“Tersangka dikenakan pasal 6 ayat 1 huruf b jo pasal 1 ke 3e UU Darurat No. 7/Drt/1995 tentang Tindak Pidana Ekonomi jo su subsider pasal 26 ayat (1) jo pasal 8 ayat 1 huruf a, b dan c UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen lebih subsider lagi melanggar pasal 53 huruf d dan pasal 54 UU RI No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu Bangun Masjid Jami Fastabiqul dan Tatap Muka Bersama Nelayan

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, melakukan peletakan batu pertama Masjid Jami ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: