Breaking News
Home / Medan / Poldasu Tangkap Nelayan Gunakan Bahan Peledak
WOL Photo

Poldasu Tangkap Nelayan Gunakan Bahan Peledak

MEDAN, Waspada.co.id – Satu unit kapal penangkap ikan KM Cahaya Abadi – 08 GT 5 No 374 / S 69 berbendera Indonesia yang sedang menangkap ikan (illegal fishing) dengan menggunakan bahan peledak (destructive fishing), ditangkap personil Unit Markas Tapteng Dit Polair Polda Sumut.

KM Cahaya Abadi yang dinahkodai inisial W dengan 8 orang ABK/Crew initial He, Aw, Sa, TH, HM, RH, dan DS seluruhnya warga Kabupaten Tapteng, ditangkap saat menangkap ikan di wilayah perairan Tapanuli Tengah persis di posisi 01 33′ 200″ N dan 98 41′ 450″ E atau 2 mil arah selatan dari Pulau Tungkus Nasi.

WOL Photo

Dalam penangkapan itu, petugas menyita barang bukti berupa 1 unit kapal ikan KM Cahaya Abadi Gt 5 No. 374 / S 69 bermesin mitsubishi 6 silinder, 1 unit sampan tanpa mesin, 1 unit GPS merk Garmin, 1 Sonar merk Garmin, 1 eksamplar Dokumen kapal, 1 unit kompresor, 3 gulung selang angin, 4 buah movis selam, 4 buah masker selam, 100 buah botol kaca, 1 goni potasium 25 Kg, 100 butir kep sumbu peledak, 3 kaleng cat warna perak 1 Kg, 2 ball korek api kayu, 2 bungkus Sio, 1 buah teropong, 1 set tangguk ikan dan 5 buah fiber ikan ukuran 800 Kg.

Untuk penyidikan lebih lanjut, para tersangka berikut barang bukti diamankan di Dermaga PPN Sibolga.

Direktur Polair Polda Sumut, Kombes Pol Drs Yosi Muhamartha, kepada wartawan mengatakan kapal penangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak itu ditangkap petugas yang sedang berpatroli menggunakan Kapal Patroli KP 2010, KP 2024 dan perahu karet.

“Nakhoda berikut ABK tersebut ditangkap Kamis tanggal 11 Oktober 2018 pukul 00.30 wib di posisi 01 33′ 200″ N dan 98 41′ 450″ E atau 2 mil arah selatan dari pulau Tungkus Nasi Kab Tapteng,” katanya, Kamis (11/10).

Pengeboman ikan, sambung Yosi, merupakan atensi pimpinan yang harus ditindaklanjuti secara serius karena sangat berdampak buruk kepada ekosistem dan biota laut yang dapat merusak terumbu karang dan kelangsungan hidup ikan ikan dilaut.

“Praktek pengeboman ikan di laut bukan saja merusak lingkungan hidup sekitar tapi juga sudah banyak menelan korban para nelayan yang kehilangan sebagian anggota tubuh seperti tangan dan kaki puntung karena ledakan bahkan ada yang sampai meninggal dunia,” jelasnya.

“Kita patut apresiasi kinerja anggota yang berhasil menangkap nelayan yang menangkap ikan dengan bom ikan dan kami juga berharap peran serta masyarakat terutama nelayan untuk menjaga ekosistim laut,” pungkasnya. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu Antisipasi Aksi Teror Pelaksanaan MTQN ke XXVII

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, memimpin apel gelar pasukan pengamanan MTQN ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: