_
Home / Fokus Redaksi / Poldasu Tangkap 2 Anggota Polri Peras dan Perkosa Gadis Remaja
WOL Photo/Lihavez

Poldasu Tangkap 2 Anggota Polri Peras dan Perkosa Gadis Remaja

MEDAN, WOL – Polda Sumut bersama Polres Nias mengungkapkan kasus pemerkosaan terhadap gadis remaja berinisial SZ (16) warga Jalan Dusun II, Desa Onozitoli Sifaoroasi, Kecamatan Gunung Sitoli, Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias.

Informasi yang diperoleh Waspada Online dari Polda Sumut, Kamis (4/5), dalam pengungkapan itu petugas meringkus tiga tersangka. Ironisnya dari ketiga tersangka, dua diantaranya merupakan anggota Polres Nias.

Adapun ketiga tersangka berinisial DWS alias D (34) anggota Polri warga Dusun III, Desa Hilina’a, Kecamatan Gunung Sitoli, Kota Gunung Sitoli, AFM (23) anggota Polri warga Desa Fodoro Lauru, Kecamatan Hilidohu, Kabupaten Nias dan ARWH alias W (29) warga Jalan Pelita, Kelurahan Ilir, Kota Gunung Sitoli.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, mengatakan kejadian berawal pada Selasa (25/4) ketika korban SZ dan temannya IPN tengah bermain di Warung Internet (Warnet) Blue Star di Jalan Soekarno, Kelurahan Pasar, di depan pendopo Bupati Nias.

Kemudian datang dua pelaku DWS dan AFM menemui korban mengaku sebagai anggota polisi, menuduh kedua korban telah melakukan perbuatan cabul. Lalu keduanya diajak pelaku masuk ke dalam mobil dan diajak berkeliling.

Di tengah perjalanan kedua pelaku memeras korban dengan meminta uang tunai sebesar Rp5 juta. Namun karena tidak memiliki uang akhirnya terjadi negosiasi dan pelaku hanya meminta uang sebesar Rp1 juta.

“Permintaan itu disanggupi dan rekan korban IPN pun disuruh turun dari dalan mobil untuk mengambil uang,” ungkapnya didampingi Kapolres Nias, AKBP Bawazato Zebua.

Kemudian, sambung Rina, kedua pelaku kembali mengajak korban SZ berkeliling dan dibawa ke suatu tempat. Di situlah korban diduga dicabuli kedua pelaku dan rekannya.

“Ternyata kasus pemerasan telah diadukan IPN kepada orang tua SZ dan melaporkan ke Polres Nias,” sebutnya.

Rina menuturkan personel Polres Nias yang menerima laporan korban langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku tepatnya di Jalan Makam Pahlawan, Desa Mudik.

“Dari hasil pemeriksaan korban mengaku telah dicabuli kedua pelaku di dalam mobil,” tuturnya kasusnya ditangani Polres Nias.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan terhadap korban yang dilakukan Tim Labfor Cabang Medan tidak ada ditemukan bekas sperma pelaku maupun korban dari pakaian yang dijadikan sebagai barang bukti.

“Namun ada yang janggal untuk pakaian korban ditemukan adanya koyakan menggunakan bentuk simetri baik dari depan dan belakang yang kini masih dalam pemeriksaan,” ungkap Kepala Labfor Cabang Medan, Kombes Pol Wahyu.

Dari penangkapan itu, petugas mendapatkan barang bukti berupa celana dalam dan baju milik SZ, mobil toyota avanza, lima unit HP dan pisau multi fungsi.

“Dalam kasus ini para tersangka dikenakan pasal tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Rina Ginting.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu dan Pangdam I/BB Nyanyi Bareng Semarakkan Panggung Prajurit

MEDAN, Waspada.co.id – Ribuan personil TNI dan Polri memadati Lapangan Benteng mengikuti acara panggung prajurit, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.