_
Home / Fokus Redaksi / Poldasu Serius Tangani Kasus Fahrizal
WOL Photo

Poldasu Serius Tangani Kasus Fahrizal

MEDAN, Waspada.co.id – Kasus penembakan Jumingan, adik ipar Kompol Fahrizal yang terjadi 4 April lalu, hingga kini masih terus dilidik Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.

Kesulitan untuk menggali motif dari peristiwa tersebut  diakui Direktur Reserse Kriminal Umum Poldasu, Kombes Pol Andi Rian Djajadi sebagai tantangan tersendiri bagi penyidik. Meski begitu, penyidik memastikan kasus ini akan terus bergulir hingga ke pengadilan sebagai proses hukum.

“Itu juga sebagai komitmen adanya kepastian hukum dalam kasus ini. Baik kepastian hukum bagi Kompol Fahrizal maupun bagi kepentingan  umum,” jelas perwira melati tiga ini di Mapoldasu, Jumat (4/5).

Guna mendukung proses penyidikan kasus ini, pihak kepolisian juga sudah membantarkan Kompol Fahrizal ke Rumah Sakit Jiwa Prof Dr. M. Ildrem.
Pembantaran tersebut dimaksudkan untuk melakukan observasi terhadap kondisi kejiwaan Kompol Fahrizal yang diakui Andi kerap tidak stabil.

Dari hasil observasi yang sudah dilakukan selama empat belas hari, pihak penyidik sudah menerima hasil diagnosa dari penyakit yang diderita mantan Kasat Reskrim Polresta Medan tersebut.

Dari hasil diagnosa yang dilakukan tim Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem, disimpulkan bahwa Kompol Fahrizal menderita gangguan jiwa berat yang didiagnosa sebagai Skizofrenia Paranoid.

”Jadi kesimpulan observasi  yang kami dapat dari pihak rumah sakit terhadap kondisi kejiwaan Kompol Fahrizal bahwa yang bersangkutan benar-benar sedang mengalami gangguan kejiwaan yang cukup berat,” tegas Andi.

Kesimpulan pihak rumah sakit pun ternyata sesuai dengan pengakuan pihak keluarga Kompol Fahrizal. Bahwa pada tahun 2014 lalu, Kompol Fahrizal juga sempat mengalami kondisi seperti yang dihadapinya saat ini.

Perilaku yang dimunculkan pun sama seperti ciri-ciri fisik yang kini terjadi pada Kompol Fahrizal. Dikatakan Andi, saat itu Kompol Fahrizal ditangani dokter kejiwaan dr Mustafa yang melakukan perawatan.

“Saat itu Fahrizal diharuskan meminum obat selama enam bulan untuk memulihkan kondisinya,” tambah mantan Kapolres Tebingtinggi ini meski secara medis Kompol Fahrizal secara psikis sangat tidak baik, namun proses hukum terhadapnya dipastikan akan berjalan.

Bahkan saat ini dipastikan berkas Kompol Fahrizal sedang dilengkapi untuk segera dikirim ke kejaksaan sebagai sebuah criminal justice system tanpa ada pembedaan dengan kasus-kasus lainnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu: Sudah Tak Zamannya Lagi Polisi Takuti Masyarakat

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, menyindir polisi lalu lintas (polantas) yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.