_
Home / Medan / Poldasu Segera Jerat ST Kasus UU Pencucian Uang
WOL Photo

Poldasu Segera Jerat ST Kasus UU Pencucian Uang

MEDAN, Waspada.co.id – Penyidik Subdit IV/Tipidter Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut, Selasa (2/7) besok, akan melakukan pemeriksaan terhadap pengusaha galian C ilegal di Binjai, inisial ST.

“Surat panggilan sudah kita layangkan kepada Samsul Tarigan, direncanakan pemeriksaan dilakukan pada Selasa (2/7), dengan status tersangka,” ujar Kasubdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Herzoni Saragih, melalui Kanit II, Kompol Asrul Robert Sembiring, Senin (1/7).

Disebutkan, ST sangat patut diperiksa menyusul pengakuan para saksi yang dibawa dari lokasi galian C ilegal di Poldasu, seperti Tabita br Ginting selaku tukang catat (mandor), Sarmin selaku operator excavator dan saksi lainnya yang mengatakan bahwa mereka disuruh ST.

Asrul Robert mengatakan, dalam kasus penguasaan dan pengelolaan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II di Desa Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, oknum Ketua salah satu OKP itu akan dijerat pasal berlapis termasuk UU Money Laundring (UU Pencucian Uang), alasannya tersangka telah mengkomersilkan lahan milik negara (PTPN II), untuk memperkaya diri sendiri.

“Yang dirugikan dalam kasus ini adalah negara. Artinya, harta milik negara digunakan untuk memperkaya diri sendiri, jadi bisa dijerat UU Money Laundring. Dengan demikian, harta ST bisa disita untuk negara,” tegas Asrul.

ST, sambung Asrul juga dipersangkakan melakukan usaha pertambangan tanpa memiliki IUP, IUPR dan IUPK, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 UU RI No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan Melakukan Usaha Tanpa Memilkki Izin Lingkungan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 109 UU RI No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Mantan Kasat Reskrim Polres Toba Samosir (Tobasa) itu mengatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) dan PTPN II untuk dimintai keterangan. Sekaligus untuk mengidentivikasi luas lahan yang telah dirusak/dilakukan pertambangan ilegal oleh ST.

“Selain itu, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari USU,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana, Jumat (28/6) mengatakan ST akan dijadikan tersangka.

“Yang bersangkutan akan kita tetapkan sebagai tersangka karena telah menguasai dan mengelola lahan eks HGU PTPN II,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: Agus utama

Check Also

Curi Sepeda Motor Polisi, Caplang Dihadiahi Timah Panas

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Pegasus Polsek Medan Barat tangkap pelaku pencurian sepeda motor milik anggota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.