Home / Medan / Poldasu Periksa Imigrasi Kasus Perdagangan Wanita
Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan (WOL Photo)

Poldasu Periksa Imigrasi Kasus Perdagangan Wanita

MEDAN, WOL – Subdit IV/Renakta Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut masih terus mengembangkan penyelidikan dan penyidikan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Dalam pemeriksaan sejumlah saksi telah dimintai keterangan dari pihak Imigrasi di Sumut.

“Hari ini (Selasa 27/2) kita periksa pihak Imigrasi dari Tanjung Balai-Asahan sebagai saksi. Kemarin, kita juga sudah memeriksa dari pihak Imigrasi Medan Jalan Gatot Subroto Medan,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Rabu (28/2).

Disebutkan, setiap saksi yang diperiksa penyidik bisa saja statusnya naik menjadi tersangka. Namun, penetapan tersangka harus memiliki bukti yang cukup.

“Pemeriksaan pihak Imigrasi dilakukan, terkait terbitnya pasport para korbannya. Setiap saksi yang diperiksa penyidik, bisa saja menjadi tersangka kalau memang terbukti terlibat suatu tindak pidana,” sebutnya.

Sebelumnya, seorang wanita yang hendak menjual para wanita ke Malaysia ditangkap petugas Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Poldasu di Tol Belmera Tanjung Morawa ketika menuju Bandara KNIA untuk memberangkatkan para korbannya.

Tersangka berinitial LS (45), warga Kompleks Perumahan Viktoria Delitua, bersama tujuh orang korbanya semuanya wanita diamankan ke Mapoldasu guna penyidikan.

Setelah menjalani pemeriksaan, para korban diamankan di Rumah Aman (Dinas Perlindungan Anak) di Jalan Gunung Mas Medan sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

“Tersangka LS bersama tujuh korbannya menggunakan dua mobil hendak ke Bandara Kualanamu. Mereka berupaya mengecoh polisi dengan mutar-mutar  tapi akhirnya kita tangkap di Jalan Tol Tanjung Morawa,” terang Kasubdit IV/Renakta, AKBP Leonardo D Simatupang, kemarin.

AKBP Leonardo mengatakan, ketujuh wanita yang menjadi korbannya berasal dari Jawa Barat, Bengkulu, Lampung, dan Medan. Mereka direkrut di Medan dengan mengurus pasport.

Para korban, sambungnya, dijanjikan bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Malaysia dengan upah 1000 ringgit setiap bulan.

Semua dokumen keberangkatan para korban diurus tersangka LS. Mereka diberangkatkan melalui Bandara Kualanamu dengan status pelancong.

“Untuk menghindari pemeriksaan dari Bea Cukai, para korban diperintahkan tersangka LS agar mengaku sebagai pelancong,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Polisi Kawal Demo Buruh di Kantor Gubsu

MEDAN, Waspada.co.id – Aparat kepolisian dari Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Polsek Medan Baru, melakukan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: