Home / Fokus Redaksi / Poldasu Nyatakan Hoax Netizen Sebut Dosen USU Dibebaskan
Istimewa

Poldasu Nyatakan Hoax Netizen Sebut Dosen USU Dibebaskan

MEDAN, Waspada.co.id – Pengguna media sosial (medsos-red) Facebook mendadak heboh atas status milik Ulfa Nilawati yang mengatakan tersangka Himma, Dosen USU yang ditangkap Polda Sumut telah dibebaskan.

Dalam akunnya yang diperoleh Waspada Online, Kamis (24/5), Ulfa menuliskan status di lini masanya, yakni “Terima Kasih Bang Romo Syafi’i dan Ketua Kahmi telah membantu membebaskan ibu Himma”. Tak hanya itu, foto Himma juga diberikan cap bertuliskan “Alhamdulillah Sudah Dibebaskan”.

Sementara itu menanggapi kabar beredar melalui medsos bahwa tersangka Himma telah dibebaskan, Dir Reskrimsus Poldasu, Kombes Pol Toga Panjaitan Habinsaran, saat dikonfirmasi Waspada Online, mengatakan bahwa sampai saat ini Himma masih ditahan dan dalam pemeriksaan penyidik.

“Tidak benar info dari Facebook itu (Hoax-red). Belum dibebaskan, masih ditahan,” tegas Dir Reskrimsus Poldasu.

Diketahui, Polda Sumatera Utara resmi menahan Himma Dewiyana (46) Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) karena mem-posting ujaran kebencian melalui akun media sosial Facebook.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Minggu (20/5), mengatakan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka terkait status akun Facebook-nya, Himma mem-posting “Skenario pengalihan yg sempurna. #2019GantiPresiden”.

Dalam ini Polda Sumut menegaskan penangkapan dan penahanan Himma bukan terkait hashtag #2019gantipresiden, namun lebih ke tulisan yang menyatakan bom di Surabaya dan tragedi Mako Brimob adalah pengalihan isu.

“Sehingga seakan-akan aksi terorisme yang terjadi merupakan pengalihan isu,” ungkapnya kepada Waspada Online.

Mantan Waka Polrestabes Medan ini menuturkan setelah postingannya viral, Himma yang juga memiliki pendidikan terakhir S2 ini pun langsung menutup akun facebook-nya. Tetapi postingannya sudah terlanjur di simpan netizen dan dibagikan ke media sosial.

“Motif tujuan pemilik akun Facebook Himma Dewiyana yang dimilikinya tersebut karena terbawa suasana dan emosi didalam media sosial facebook dengan maraknya tagar #2019GantiPresiden. Disamping itu  tersangka merasa kecewa dengan pemerintah saat ini, yang menurutnya semua kebutuhan pada naik dan hal itu tidak sesuai janji pada saat kampanye 2014,” pungkasnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu Bersama 15 Ribu Jamaah Shalat Gaib Doakan Korban Bencana Alam dan Lion Air JT 610

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, bersama 15 ribu jamaah melaksanakan Shalat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: