Home / Fokus Redaksi / Poldasu Kirim Kompol Fahrizal ke RS Jiwa
Dirreskrimum Poldasu, Kombes Pol Andi Rian Djajadi. (WOL Photo/Sastroy Bangun)

Poldasu Kirim Kompol Fahrizal ke RS Jiwa

MEDAN, WOL – Penyidik Ditreskrimum Polda Sumut hingga kini belum bisa menggali motif Kompol Fahrizal menembak adik iparnya, Jumingan, alias Jun.

“Sampai saat ini belum bisa digali karena kondisi kejiwaan Fahrizal yang masih labil,” ujar Dirreskrimum Poldasu, Kombes Pol Andi Rian, Selasa (17/4).

Dikatakan, untuk mendapatkan observasi kejiwaan yang lebih intens dari para ahli, Fahrizal sudah dibantarkan ke RS Jiwa Medan sejak kemarin untuk mendapatkan perawatan kejiwaan yang lebih intensif.

“Yah untuk mempermudah penanganan, Fahrizal sudah kita bantarkan sejak kemarin ke RSJ,” jelasnya menambahkan kendati Fahrizal dibantarkan ke RSJ namun kasus pidananya tetap dilanjutkan.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Poldasu Kombes Pol Andi Rian Djajadi, mengatakan untuk memeriksa kejiwaan Fahrizal pihaknya melibatkan Tim Psikiater dan ahli-ahli dari internal maupun eksternal Polri, untuk mengobservasi kondisi kejiwaan Fahrizal dalam jangka waktu tertentu.

Dijelaskan, sesuai petunjuk dari tim forensik kejiwaan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dengan dilakukan pemeriksaan kejiwaan selama 14 hari, mereka bisa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.

“Kompol Fahrizal merasa kalau dirinya seolah-olah masih dalam pekerjaan. Malah dia mengatakan kepada penyidik, sudah dulu ya. Saya capek kali ini. Mau pulang dulu,” kata Andi Rian meniru omongan pelaku saat diperiksa penyidik.

Ditambahkan untuk membantu penyidikan yang sedang berjalan, penyidik juga sudah melibatkan Labfor Cabang Medan untuk meneliti senjata dan proyektilnya serta jejak tembakan pada pakaian korban. Di samping itu, juga melibatkan kedokteran forensik untuk meneliti kondisi bekas-bekas tembakan pada jasad korban.

Mantan Wadir Reskrimsus Poldasu itu menambahkan, sampai saat ini, penyidik sudah memeriksa 18 orang saksi sebahagian besar saksi tersebut hanya sebatas mendengar suara letusan yang berasal dari rumah orang tua Fahrizal di Jalan Tirtosar Gang Keluarga, Kel Bantan Kec Medan Tembung, Kota Medan dan dari pihak keluarga sebanyak 6 orang.

Sementara, Kombes Rina Sari Ginting, mengatakan Kompol Fahrizal, mengaku menembak adik iparnya itu setelah mendapat bisikan dari telinga sebelah kananya yang mengatakan “Ini jahat tembak aja”.

“Kompol Fahrizal mengaku mendapat bisikan di telinga sebelah kanannya mengatakan, “Ini jahat tembak saja,” makanya dia langsung menembak Jumingan.”

Tersangka dijerat pembunuhan secara berencana, pasal 340 Subs Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun atau seumur hidup.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Utang Sabu, Penembak Rumah di Lhoksukon Dilumpuhkan

LHOKSUKON,Waspada.co.id – Kasus penembakan rumah Ahmad Budiman (70) yang terjadi pada April 2018 lalu di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: