Home / Medan / Poldasu Diminta Usut Aliran Dana Jual Beli Lapak Pasar Marelan
Wakil Ketua Komisi C DPRD Medan, Mulia Asri Rambe. (WOL Photo)

Poldasu Diminta Usut Aliran Dana Jual Beli Lapak Pasar Marelan

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Ketua Komisi C DPRD Medan, Mulia Asri Rambe (Bayek) meminta Poldasu mengkaji ulang atas penetapan Kepala Pasar Marelan, AS, sebagai saksi atas operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tiga pengurus Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) beberapa waktu lalu. Sebab, AS diduga terlibat menikmati kutipan yang membebani para pedagang.

“Beri kesempatan kepada polisi untuk mendalami lagi kasus ini. Enggak mungkin enggak terjerat (AS), karena polisi sangat jeli dalam menelusurinya. Mungkin status saksinya hanya sementara, jadi kita percayakan kepada polisi untuk menindaklanjuti perkara ini,” katanya, Jumat (31/8).

Bayek berkeyakinan dalam kasus tersebut akan ada tersangka baru nantinya. Asalkan, aparat hukum yang menangani kasusnya benar-benar teliti. “Secara logika apa mungkin P3TM itu bisa memperjual belikan lapak meja pedagang, tanpa ada koordinasi dengan pihak pasar tersebut. Apabila memang benar tidak ada koordinasi jual beli lapak meja itu, maka jelas sangat bobrok manajemen di Pasar Marelan,” ketusnya.

Lebih lanjut Bayek menjelaskan, jika seperti itu kondisinya di mana P3TM memperjualbelikan lapak maka pengawasan yang dilakukan sangat lemah dan suatu kesalahan yang fatal. Hal ini berarti juga terjadi pembiaran. Padahal seharusnya kewenangan itu adalah tugasnya pihak Pasar Marelan bukan organisasi pedagang.

“Bisa muncul masalah baru yang harus segera ditangani oleh Pemko Medan. Karena, P3TM sudah melakukan tindakan yang bukan menjadi tugas dan kewenangannya,” sebutnya.

Politisi Golkar ini mengaku, persoalan jual beli lapak di Pasar Marelan sebenarnya sudah berlarut-larut. Hal itu bisa dilihat dari kwitansi jual beli yang dimiliki pedagang di sana.

“Diyakini sangat janggal rasanya bila P3TM itu memperjual belikan lapak tanpa ada koordinasi dengan pengelola pasar. Oleh karenanya, di minta kepada polisi mengusut lebih jauh dugaan keterlibatan lainnya. Selain itu, menelusuri kemana saja aliran dananya. Dengan begitu, akan ketahuan siapa-siapa saja yang terlibat dan berperan,” tuturnya.

Bayek menambahkan, penetapan harga lapak meja yang diberlakukan P3TM sangat ‘mencekik leher’ pedagang dan tidak masuk akal. Padahal, sudah jelas-jelas ada surat edaran yang ditetapkan oleh Pemko Medan berapa besaran harganya. Akan tetapi, P3TM nekat menentukan harga sendiri.

“Pembangunan pasar untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang. Bukan sebaliknya, malah membuat pedagang tertekan atau terbebani. Dengan terungkapnya kasus ini, mudah-mudahan menjadi pintu masuk mengusut dugaan-dugaan praktik kotor yang menindas para pedagang di Medan,” pungkasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Ketua DPRD Medan: Copot Dirut PD Pasar

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua DPRD Kota Medan, Henry Jhon Hutagalung, menilai kepemimpinan Wali Kota Medan, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: