_
Home / Fokus Redaksi / Poldasu Bekuk 7 Pelaku Percobaan Pembunuhan Purnawirawan Polri
WOL Photo

Poldasu Bekuk 7 Pelaku Percobaan Pembunuhan Purnawirawan Polri

MEDAN, Waspada.co.id – Dit Reskrimum Poldasu bekuk tujuh pelaku percobaan pembunuhan terhadap purnawirawan polisi, Bangkit Sembiring (58) dan keluarganya yang terjadi di rumah korban, Dusun Lau Kersik, Desa Bukti Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi.

Para pelaku diamankan setelah petugas menangkap dua tersangka terlebih dahulu. Adapun ke tujuh orang yang diamankan tersebut masing-masing inisial, W alias O (perekrut pelaku), ST (otak pelaku), BH (eksekutor), JG (eksekutor), Y (eksekutor), Boyma Sitinjak, dan Bonansa Siagiaan (eksekutor).

Dari para pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa, 3 bilah parang yang digunakan W alias O, JG, Y dan Bonansa Siagian. Kemudian Satu buah linggis yang digunakan Boyma Sitinjak, satu buah palu yang digunakan BH, lima pasang sarung tangan warna putih dan satu unit mobil rental jenis Toyota Avanza warna hitam BK 1733 QB.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, Senin (17/6), mengatakan percobaan pembunuhan ini dipicu sakit hati otak pelaku terhadap korban, karena di latarbelakangi sengketa tanah.

“Tujuh orang diamankan, ada yang menyuruh melakukan, eksekutor termasuk otak pelaku. Motifnya dendam yang dilatarbelakangi masalah tanah. Dimana korban menguasai lahan 1,5 hektar, kemudian terjadi silang sengketa dengan pemilik lahan. Lalu permasalahan ini dikuasakan pemilik lahan kepada (otak pelaku),” katanya.

Agus menuturkan, silang sengketa kasus tanah itu kemudian berujung ke saling lapor di Polres Dairi dan berbuntut kepada percobaan pembunuhan. Para pelaku dibayar Rp50 juta oleh otak pelaku dan uang itu digunakan untuk membeli sejumlah barang bukti seperti parang dan lain-lain.

“Para pelaku kemudian merental satu unit mobil. Anggota melakukan penyelidikan dan syukur Alhamdulillah pelaku bisa kita amankan. Awalnya dua, kemudian tujuh orang. Otak pelaku nyuruh menghabisi satu keluarga. Jadi ini diterapkan percobaan pembunuhan berencana,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajadi, menambahkan kejadian ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku memantau pergerakan korban dan melakukan analisa terlebih dahulu. Percobaan pembunuhan ini direncanakan Maret 2019 dan dilaksanakan pada 31 Mei 2019.

“Tersangka memberikan kuasa kepada otak pelaku terkait sengketa tanah. Sejak itu, muncul persoalan dan pengerusakan di lahan tersebut. Pelaku saling kenal dengan korban. Otak pelaku adalah toke durian,” ujar Andi Rian.

Andi Rian merinci, pada Maret 2019, tersangka W alias O bertemu dengan ST (otak pelaku) di rumahnya di Simpang Selayang Medan membicarakan masalah dan sakit hatinya terhadap korban. Kemudian dia menyuruh W alias O untuk membalaskan sakit hatinya karena korban merusak rumah yang dibangun di lokasi Ladang Durian dan membacoki pekerja di ladang tersebut.

“Saat itu juga dibicarakan ada upah sebesar Rp50 juta. Satu minggu kemudian, W alias O berangkat ke Aceh Tamiang, bertemu dengan BH membicarakan permasalahan. Keesokan harinya, mereka berangkat ke Medan menuju rumah JG di Sawit Seberang, Kabupaten Langkat,” ungkap Andi Rian.

Dari rumah JG, W alias O, BH berikut JG berangka ke Medan. Kemudian mereka merental mobil Avanza warna hitam BK 1733 QB dan menjumpai ST, serta meminta uang jalan sebesar Rp 5 juta untuk melacak alamat dan mengenali wajah korban di Tiga Lingga, Kabupaten Dairi.

“Seminggu kemudian mereka berangkat ke Tiga Lingga, Kabupaten Dairi dan meminta uang jalan dari SR sebesar Rp 3 juta. Pada Jumat (10/5/2019), tersangka ST bersama dengan W alias O membicarakan rencana percobaan pembunuhan disebuah kedai yang ada di belakang rumah tersangka ST di Jalan Sisingamanga Raja, Kelurahan Tiga Lingga, Dairi,” sebut Andri Rian.

Kemudian, pada (24/5/2019), BH, JG, Y, W alias O, Boyma Sitinjak dan Bonansa Siagian bertemu di Medan Selayang di rumah Massa Tarigan (yang bersengketa lahan dengan korban). Keesokan harinya, mereka diperlihatkan lokasi rumah korban. Para pelaku kemudian menentukan jalur untuk melarikan diri setelah beraksi.

“Pada 28 Mei 2018, para pelaku sengaja menginap di SPBU Tigalingga untuk mengambil uang Rp 1 juta dari ST. Mereka kemudian membeli sejumlah senjata tajam untuk menghabisi korban. Setelah semua terkoordinir, para pelaku pun melancarkan aksinya,” kata Andi Rian.

Para pelaku kemudian mendatangi perladangan jagung dan menyembunyikan mobil di sana. Dengan menggunakan sepeda motor, mereka bergerak ke rumah korban. Sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku mencongkel pintu rumah korban dan masuk ke dalam.

Istri korban Ristani Samosir yang mencoba menghalangi dipukul menggunakan palu. Selanjutnya akan korban juga tak luput dari pukulan. Kemudian BH keluar dari rumah dan melihat tersangka W alias O sedang berada di samping mobil L-300 dengan keadaan kaca sebelah kanan pecah mengayunkan sebilah parang ke arah Bangkit Sembiring (korban). Bonansa Siagian kemudian melakukan hal yang sama berulang-ulang.

“Usai melancarkan aksinya, para pelaku melarikan diri ke tempat persembunyian masing-masing sebelum akhirnya berhasil diringkus. Jadi korbannya ada lima. Bangkit Sembiring, istri Ristani Sembiring dan tiga anak mereka,” terangnya.

Andi Rian menambahkan para pelaku dijerat Pasal 340 Subs 338 Jo 53 lebih Subs 170 Ayat (2) Ke – 2 Subs 354 Ayat (1) dari KUHPidana dan atau Pasal 76 huruf C Jo Pasal 80 Ayat (2) dari Undang – Undang RI Nop. 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Florentina Akhiri Hidup di Pohon Mangga

MEDAN, Waspada.co.id – Florentina Boru Sagala (49) warga Komplek Pemda, Jalan Nusa Indah IV, Kelurahan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.