_
Home / Medan / Poldasu akan Gelar Perkara Pencairan Kredit Fiktif di BPR
foto: Istimewa

Poldasu akan Gelar Perkara Pencairan Kredit Fiktif di BPR

MEDAN, WOL – Penyidik Subdit II Harda Tahbang Ditreskrimum Polda Sumut, akan melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan penipuan/ penggelapan, lewat pencairan kredit fiktif di Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Hal itu menindaklanjuti penyelidikan laporan Daniel Sihotang (77) warga Jalan Rantang Medan sesuai tanda bukti laporan  Nomor : STTLP/309/III/ 2006/SPKT III, tanggal 17 Maret 2015.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf, mengatakan dalam penyelidikan kasus itu, penyidik telah memeriksa 13 saksi antara lain Kristin br Siregar, Bonar Simbolon, Mukdin M Turnip, serta Paulinus Mardame. Namun untuk tindak lanjut penyelidikan, katanya, penyidik akan memeriksa saksi ahli sebelum melakukan gelar perkara untuk penentuan kelanjutan penyelidikan.

Dijelaskan, selama ini penyidik tetap menindaklanjuti penyelidikan kasus itu dengan pemeriksaan saksi. Selanjutnya, sebalum dilakukan gelar perkara, penyidik akan memeriksa saksi ahli. Diakui, kesulitan dalam penyelidikan kasus itu karena saksi Direktur Operasional BPR telah meninggal dunia. Penyelidikan semakin dipersulit dengan meninggalnya teller yang bertugas saat itu.

“Dalam kasus ini, terlapor adalah Direktur Utama. Namun, ada ketentuan berdasarkan hukum yang mengatur permasalahan itu merupakan tanggung jawab Direktur Operasional. Saat ini, penyidik masih melengkapi keterangan saksi ahli untuk selanjutnya dilakukan gelar perkara terkait kasus itu,” tegasnya kepada wartawan, Sabtu (3/10).

Sebelumnya, Daniel Sihotang (77), warga Jalan Rantang Medan mohon perlindungan hukum ke Polda Sumut dan meminta supaya pengaduannya terkait dugaan tindak pidana penipuan/penggelapan lewat pencairan kredit fiktif di BPR KBU, ditindak lanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Proses hukum penanganan kasus ini terkesan lambat dan jauh dari harapan. Soalnya pengaduan hampir 7 bulan lamanya sesuai tanda bukti laporan  Nomor: STTLP/309/III/ 2006/SPKT III tertangga 17 Maret 2015 lampau. Padahal beberapa pencairan kredit fiktif itu sendiri kuat dugaan dilakukan oknum direksi dengan dukungan keterangan  para saksi dari pengadu,” ungkap Advokat Sarono SH  selaku kuasa hukum Daniel Sihotang, Sabtu (26/9) lalu.

Disebutkan, dalam BPR KBU itu kliennya Daniel Sihotang salah seorang komisaris dan pemegang saham sesuai akta  Nomor 43 tgl 19 Desember 1991 dengan Dirut Ir Pius Sinurat,yang kemudian BPR berubah nama  sesuai Akta Nomor 19 tgl 20 Maret 2012 dengan Dirutnya Katarina L Sihombing,dengan jumlah saham Daniel Sihotang sebesar Rp3.130.000.000.-(wol/data2)

 
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Femina dan Facebook Bersinergi Dorong Wirausaha Kembangkan Pemasaran Digital

MEDAN, Waspada.co.id – Perkembangan dan penggunaan dunia digital seperti sosial media di Indonesia semakin tinggi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.