Home / Medan / Polda Sumut Buru Mujianto dan Tonny Wijaya
WOL Photo

Polda Sumut Buru Mujianto dan Tonny Wijaya

MEDAN, Waspada.co.id – Polda Sumut terus melakukan perburuan terhadap dua orang pengusaha real estate di Medan yang sudah lama menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) yakni Mujianto als Anam dan Tonny Wijaya.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian, kedua tersangka kasus penipuan tersebut berpindah-pindah lokasi di Singapura dan negara lain.

“Kita sempat mendeteksi kedua DPO itu di Singapura. Tapi belakangan kita monitor sudah pindah lokasi. Mereka pindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran pihak kepolisian,” ungkap Dirreskrimum Poldasu Kombes Pol Andi Rian, melalui Kasubdit II/Harda-Bangtah, AKBP Edison Sitepu, Selasa (3/7).

Dikatakan, Mujianto als Anam tercatat menjadi DPO/R/159/IV/2018/Ditreskrimum Poldasu. Tonny Wijaya DPO/80/II/2018/Ditreskrimum Poldasu.

Edison menambahkan, pihaknya masih terus meningkatkan komunikasi dengan Mabes Polri dan Polda di Indonsia serta Interpol untuk mendeteksi dan menangkap kedua buronan tersebut.

“Kepada Imigrasi juga kita sudah minta bantuan untuk mencekal mereka dan menangkap mereka bila berada di wilayah kerja mereka,” jelasnya.

Edison Sitepu berharap bantuan dan peran serta masyarakat untuk menginformasikan kedua tersangka kepada aparat kepolisian terdekat, untuk dilakukan penjemputan.

Mujianto als Anam dilaporkan oleh Armen Lubis (60) pada 28 April 2017 dengan bukti laporan No; STTLP/509/IV/2017 SPKT “II”. Dalam kasus yang sama, Armen juga melaporkan stafnya Rosihan Anwar karena telah dirugikan sekitar Rp3 miliar.
Kasus dugaan penipuan itu berawal dari ajakan kerja sama dari Rosihan Anwar, staf Mujianto, untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 hektare atau setara 28.905 meter kubik pada 2014. Lahan itu berada di Kampung Salam, Belawan II, Medan Belawan.

Namun setelah lahan selesai ditimbun, Mujianto tidak menepati janjinya untuk membayar hasil penimbunan itu sebesar Rp3 miliar. Kasus ini kemudian bergulir. Mujianto dan Rosihan kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada November 2017. Status itu tertuang dalam surat No : B /1397/XI/2017/Ditreskrimum pada November 2017 yang menyatakan status terlapor sudah menjadi tersangka.

Mujianto dan Rosihan akhirnya resmi ditahan pada Rabu (31/1) dengan dipersalahkan melanggar pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Beberapa hari berselang, penahanan Mujianto ditangguhkan penyidik dengan wajib lapor sambil menunggu berkas dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.

Namun sejak ditangguhkan, Mujianto tidak pernah wajib lapor bahkan ketika dipanggil untuk dimintai keteranganya melengkapi petunjuk jaksa, Ketua Yayasan Tju Dji itu tidak mau datang.

Bahkan, Mujianto justru menyurati Presiden, DPR RI, Mabes Polri dan lain-lain yang menuding bahwa Poldasu tidak profesional dan memaksakan dirinya dijadikan tersangka. Akhirnya, Poldasu menetapkan Mujianto als Anam menjadi DPO/R/159/IV/2018/Ditreskrimum Poldasu.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu Bangun Masjid Jami Fastabiqul dan Tatap Muka Bersama Nelayan

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, melakukan peletakan batu pertama Masjid Jami ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: