_
Home / Fokus Redaksi / Polda Sumut Antisipasi Teror Bom Gereja Jelang Pelantikan Presiden
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja. (WOL Photo)

Polda Sumut Antisipasi Teror Bom Gereja Jelang Pelantikan Presiden

MEDAN, Waspada.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara tetap fokus dalam pengamanan rumah ibadah (gereja, red) dan pelantikan Presiden RI, Minggu (20/10).

Sebab, berdasarkan informasi yang diperoleh Waspada Online beredar kabar bahwa akan ada ancaman terhadap gereja-gereja di seluruh Indonesia.

Menanggapi hal itu Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, saat dikonfirmasi mengatakan pengamanan rumah ibadah khususnya gereja tetap menjadi priorotas utama Polda Sumut mengantisipasi terjadinya aksi teror.

“Pengamanan gereja merupakan priotitas utama kami (Polda Sumut, red) memberikan pelayanan rasa aman kepada masyarakat saat menjalankan ibadah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing, menyebutkan tentang adanya kabar yang beredar mengenai ancaman gereja jelang pelantikan Presiden. Di mana, nantinya ancaman yang beredar itu akan mengganggu jalan pelantikan tersebut.

“Memang ada laporan yang diterima mengenai info serangan rumah ibadah (gereja, red) jelang pelantikan. Namun, kita tetap berfokus melakukan pengamanan,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Sumut dan Kodam I Bukit Barisan telah melakukan konsolidasi memperketat pengamanan di Sumatera Utara menjelang pelatikan Presiden pada 20 Oktober 2019.

“Kita semua akan melakukan pengamanan dalam rangka mendukung pelantikan presiden, dua hari ke depan,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, saat acara Panggung Prajurit di Lapangan Benteng.

Namun Begitu, Agus tak merinci lebih jauh berapa jumlah personel gabungan yang disiagakan untuk pengamanan. Dia menuturkan, pengamanan pelantikan itu juga merupakan rangkaian pengamanan pada tahapan Pemilu 2019.

“Pada intinya kita akan melakukan pengamanan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Kapolda juga meminta masyarakat Sumatera Utara untuk menyambut pelantikan Presiden dengan gegap gempita.

Sebab, hal itu merupakan puncak dari pesta demokrasi yang telah dilaksanakan. Dia juga mengajak masyarakat untuk melupakan perbedaan pilihan politik pada putaran pemilu lalu.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tak membuat hal-hal yang justru merusak citra Bangsa Indonesia di mata dunia. Karena akan banyak pejabat negara lain yang akan kemari. Kita jangan menciptakan citra buruk,” pungkasnya.

Inilah informasi ancaman gereja yang diperoleh Waspada Online:

Demi untuk keamanan dan keselamatan kita bersama, mohon imbauan ini dilaksanakan.

POLDA METRO JAYA Menginformasikan kepada seluruh MAPOLDA di Indonesia :

DISOSIALISASIKAN pada seluruh umat dan Rumah Ibadah Gereja pada khususnya.

Dalam Kondisi Siaga 1 Kepolisian Republik Indonesia.

UNTUK UMAT GEREJA

1. Umat diminta untuk tidak membawa tas besar/ransel di ibadah minggu;

2. Sebisa mungkin yang membawa sepeda motor untuk melepaskan helm atau Penutup kepala (Masker) ketika masuk ke halaman gereja.

3. Yang memakai kendaraan online tidak di perkenankan naik/Turun penumpang di dalam area gereja atau di bahu jalan di depan gereja.

4. Peduli dengan siapa di samping kiri kanan anda, dengan datang ke gereja dan memberi salam dengan umat yang duduk di samping kanan kiri anda.

UNTUK PELAYAN BERTUGAS

1. Bertugas di pintu kiri dan kanan, sebisa mungkin kenali umat gereja anda

2. Perkecil ruang gerak. dengan menutup pintu samping, jadi hanya pintu utama yang dibuka.

3. Diharapkan semua rekan Majelis atau pelayan gereja melakukan tugasnya sesuai “Jadwal” dan bila berhalangan, supaya mencarikan pengganti agar komposisi yang bertugas sesuai Jumlah.

UNTUK SECURITY

1. Bahu jalan di depan Gereja harus “steril” dari parkir Mobil

2. Pintu pagar gereja hanya dibuka, sebatas badan dan secukupnya

3. Masuk ke ruang Ibadah hanya melalui “Pintu Utama” Gereja, yang dijaga oleh Presbiter bertugas atau Relawan yang piket.

4. Pintu samping Gereja ditutup, dan Security atau Relawan yang bertugas hanya membukanya bila dibutuhkan.

5. Jemaat yang naik turun dari kendaraan pribadi supaya jangan turun persis di depan gereja

6. Dihimbau kepada umat yang naik Gojek, agar jangan turun di depan Gereja

7. Jemaat yang memakai motor, sebelum masuk gereja harus membuka helm dan penutup hidung (Masker)

Kapolda minta kewaspadaan semua umat dan gereja.(wol/lvz/data1)

适适

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu: 2 Terduga Teroris Perakit Bom Bunuh Diri Tewas Ditembak

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap tiga terduga teroris di Desa Kota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.