Newsticker
WOL / Medan / PFI Medan Dukung Sabang Photography Competition 2017
Istimewa
Istimewa

PFI Medan Dukung Sabang Photography Competition 2017

MEDAN, WOL – Pelaksanaan Sabang Photography Competition (SPC) 2017 mendapat respons positif dari Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Rahmad Suryadi. Menurutnya, selain berlibur, kegiatan ini dapat memacu dan mengasah kreativitas fotografer dalam mengabadikan momen.

“Kegiatan ini kami lihat sangat positif. Makanya kami juga melihat ini sebagai ajang silaturrahmi antara traveller dan fotografer. Dengan demikian, keindahan destinasi wisata Indonesia bisa terabadikan dan tersampaikan kepada masyarakat luas,” tutur Rahmat saat menerima Ketua Panitia SPC 2017, Ihsan Putra, di kawasan Jalan Sei Serayu Medan, kemarin.

Dikatakan, PFI Medan melihat kegiatan ini juga momen untuk memperkaya khazanah serta pengetahuan fotografer tentang keindahan alam. Apalagi, SPC 2017 yang akan berlangsung di Sabang, Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada 21-25 April ini juga akan melibatkan Arbain Rambey, sebagai coacher juga dipercaya merupakan kesempatan langka bagi fotografer menimba ilmu dan pengalaman.

“Pengalaman dan coaching clinic dari Bang Arbain Rambey sebagai legenda fotografer Indonesia adalah kesempatan langka. Jadi ini bisa dikatakan sebagai liburan, ajang silaturrahmi, edukasi fotografi dan promosi wisata. Jadi sangat bagus,” ujarnya.

Sementara itu Ihsan menyebut event yang mereka buat untuk memperkenalkan ragam destinasi yang dimiliki Indonesia. Mengapa memilih Sabang? Ihsan mengatakan bahwa Sabang di Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) adalah ujung barat Indonesia dan dekat dengan Sumatera Utara.

“Kami ingin memulai dari barat Indonesia, kemudian mengeksplorasi Sumut dan daerah lain, agar jangan ada lagi orang Indonesia yang lebih bangga liburan keluar negeri dari apa kepada tanah airnya sendiri. Orang Indonesia harus tahu ada banyak sekali spot foto terbaik di negeri ini,” bebernya.

Untuk mengubah paradigma dan animo masyarakat itu, WS Tour yang didukung oleh Kafe Potret dan segenap penggiat fotografi serta pariwisata, menyediakan hadiah istimewa bagi para pemenangnya. Sebuah drone (pesawat tanpa awak) keluaran terbaru jadi pengikatnya. “Berkat dukungan dari beberapa rekan, maka kami menyiapkan drone terbaru dari Xima Xplorer 4K untuk para pemenang tersebut nantinya,” kata Ihsan.

Pulau Weh adalah destinasi wisata dunia yang indah dan paling unik. Letaknya di paling ujung negeri tercinta ini. Maka tak heran, titik nol Indonesia diukur dari Sabang. Pemandangan alam dan bawah lautnya juga sangat indah. “Bisa jadi ini adalah perjalanan wisata bersejarah, karena belum banyak yang datang ke sini. Alamnya juga masih asri,” ujarnya.

Ihsan menyebut, untuk mengikuti kegiatan ini, pihaknya sudah membuka pendaftaran sejak awal Maret 2017 dengan biaya pendaftaran sangat murah, yakni sebesar Rp1,5 juta per peserta. Biaya itu meliputi transportasi Medan-Banda Aceh-Sabang, pulang pergi dan akomodasi selama kegiatan berlangsung. “Penginapan dan makan peserta juga include di dalamnya. Jadi kalau dikalkulasikan, biaya itu sangat ekonomis, bukan profit oriented yang dikejar,” imbuhnya.

Selain itu, para peserta juga berkesempatan memenangkan 3 unit drone Xiro Xplorer 4K. Para peserta juga bisa mengeksplorasi landscape, aerial (foto udara) dan underwater (foto bawah laut). “Kita pastikan bahwa penjurian sangat independen, karena juri juga sangat profesional. Ada Bang Andi Lubis (Sumut) dan Anton Chandra (Jakarta). Kredibilitas kedua juri ini sudah teruji sehingga foto yang dihasilkan nanti adalah yang terbaik,” pungkasnya.

Sejauh ini, katanya, sudah menjaring para pendaftar dari luar Pulau Sumatera, seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Melihat antusias itu, senior dan penggiat fotografi Sumatera Utara, Heinrico Hardi yang ditemui di Kafe Potret, Jalan Wahid Hasyim No 90 Medan juga menyambut baik kegiatan ini. Dirinya secara pribadi sudah sangat menantikan kegiatan seperti ini. Makanya dia mengaku sangat mendukung kegiatan ini.

“Kita rindu juga ada kegiatan akbar fotografi di Sumatera Utara dan Aceh. Karena kedua daerah ini sangat dekat secara emosional. Tidak tertutup kemungkinan kegiatan yang sama juga dilakukan di Sumut. Jadi saya yakin kegiatan ini cukup sukses,” ujarnya.(wol/rls/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Baca Juga

WOL Photo

JR Saragih Apresiasi PFI Peduli Pengungsi Sinabung

SIMALUNGUN, WOL – Bupati Simalungun, JR Saragih, mengapresiasi kepedulian Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan terhadap ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.