_
Home / Medan / Perwira Polantas Resta Medan lecehkan wartawan
Ilustrasi

Perwira Polantas Resta Medan lecehkan wartawan

MEDAN, WOL –  Sekjen DPP Forum Komunikasi Wartawan Republik Indonesia (FORKOMWARI) Abu Hasan menyayangkan, sikap tiga Polisi Lalu Lintas dari Unit Lantas Polsek Medan Barat Polresta Medan yang melecehkan wartawan dan profesi wartawan saat hendak bertugas.

Seharusnya selaku oknum polisi sebagai panutan pengayom, pelayan, pelindung dan penegak hukum bukannya justru penghina.

“Kalau melanggar aturan lalulintas silahkan saja ditilang tak perlu melakukan penghinaan terhadap profesi wartawan, dan perlu diketahui wartawan bertugas juga dilindungi dengan Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999 tentang kebebasan Pers dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara denda Rp500 juta bagi penghambat tugas jurnalistik, jadi jangan  melakukan pelecehan sementara komandan kalian Kapoldasu saja bermitra sama wartawan, seharusnya saling menghargai profesi yang ada,” ujarnya.

Dia juga meminta Kapoldasu Irjen Eko Hadi Sutedjo untuk menindak tegas oknum Polantas yang arogan penghina profesi wartawan tersebut.

Menurut keterangan, aksi pelecehan wartawan berawal ketika Budyanto seorang watawan media harian terbitan Medan bersama dua rekannya hendak meliput aksi demo di kawasan Jalan Gatot Subroto Medan, pada Rabu (25/3) dengan mengendarai sepeda motor dengan melewati Jalan Jalan Yos Sudarso persisnya di samping swalayan Maju Bersama Medan.

Polisi Unit Lantas Polsek Medan Barat saat itu sedang menggelar razia. Saat itu kendaraan wartawan tersebut dihentikan oleh oknum Satlantas, lalu tanpa memberi hormat langsung menunjuk dugaan pelanggaran lalu lintas pada wartawan ini.

Awalnya wartawan memohon dispensasi karena sedang dalam perjalanan melaksanakan tugas, namun akhirnya Surat Izin Mengemudi (SIM) si wartawan ditilang oleh oknum polisi itu.

Namun sayangnya, oknum Kanit Lantas Polsekta Medan Barat AKP Riama Siahaan dalam proses penilangan tersebut menyatakan koran tempat wartawan bekerja adalah abal-abal. “Koran Poskota abal-abal kan,” kata AKP Riama Siahaan sebagaimana ditirukan Budiyanto wartawan yang merasa mendapatkan perlakuan tak menyenangkan itu.

Selanjutnnya, ucap Budiyanto didampingi Eppy V Perangin-angin, salah satu oknum petugas Satlantas bernama A Sitompul menyatakan “Wartawan Lapet” dengan gaya mengejek. “Kami dibilang wartawan lapet,” kata Eppy yang diamini Budiyanto.

Selanjutnya Budyanto melaporkan ketiga oknum Polantas ini karena menyebutnya dengan bahasa kotor dan perusahaan Pers tempat wartawan bekerja disebut “Abal-Abal”.

Atas perbuatan itu, Budiyanto melaporkan dua perwira dan satu orang bintara ini ke Propam Polresta Medan dengan sangkaan melanggar Pasal 3 huruf i jo Pasal 5 huruf a PP RI No. 2 tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota Polri.

Laporan Budiyanto tertuang dalam LP No. STPL/ 30/ III/ 2015/Sipropam tanggal 26 Maret 2015 yang diterima Bripka Ispurwanto Staff Seksi Propam Polresta Medan.

Kabid Humas Poldasu Kombes Helfi Assegaf menyatakan akan menyelidiki masalah yang dilaporkan wartawan ini. “Kami akan tindak lanjuti untuk mengetahui masalah sesungguhnya,” kata perwira melati tiga ini via ponselnya.

Terpisah, Kapolresta Medan Kombes Nico Affinta juga mengaku akan mengecek laporan wartawan atas dugaan perbuatan tak menyenangkan oleh oknum polisi di jajarannya ini. “Kami cek pak ttg masalah ini. Tkhs,” jawabnya, Rabu (25/3) via Short Massage Service Ponselnya. (rls/data1)

Check Also

Akibat Pemberitaan, Pengawal Wali Kota Medan Diduga Cekik Wartawan

MEDAN, Waspada.co.id – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, terlihat naik darah ketika memasuki ruangan transit ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.