_
Home / Fokus Redaksi / Polresta Medan Terus Dalami Kasus Ijazah Palsu
Ilustrasi

Polresta Medan Terus Dalami Kasus Ijazah Palsu

MEDAN, WOL – Terkait kasus ijazah palsu melibatkan tersangka Rektor University of Sumatera, Marsaid Yushar, masih terus bergulir dan ditangani oleh penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono mengatakan bahwa pihaknya akan menetapkan tersangka lain dalam waktu dekat.

“Sejauh ini kita akan dalami kasus ini dan penyidik diberangkatkan ke Jakarta untuk menemui pihak Dikti. Terkait kasus ini kemungkinan akan kita tetapkan tersangka lain dalam waktu dekat,” katanya kepada wartawan, Sabtu (27/6)

Keberangkatan penyidik ke Jakarta, dalam rangka berkoordinasi lebih lanjut terkait perguruan tinggi yang menyalahi aturan tersebut.

Kompol Aldi mengungkapkan, bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan segera memintai keterangan 10 orang guru yang diduga menggunakan ijazah palsu. Kompol Aldi menekankan, kemungkinan besar berkas tersangka Marsaid akan segera P-21. Namun pihaknya tengah menunggu arahan dari pihak jaksa.

“Untuk saksi-saksi lain, pasti kita periksa. Tapi tunggu dululah. Kita fokuskan ke berkas tersangka yang satu ini. Apalagi Polda Sumut kan turut memeriksa dan menyelidiki kasus serupa. Kita masih melakukan pendalaman lagi. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat berkasnya ini bisa P-21,” ujar Aldi.

Terkait kasus tersebut, dua oknum guru berinisial CN dan JD, serta Bendahara KONI Langkat berinisial M yang turut terlibat dalam penggunaan ijazah palsu tersebut. Namun belum bisa dipastikan apakah ketiga saksi tersebut berkemungkinan besar akan menjadi tersangka baru.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan saksi-saksi. Kitakan belum bisa pastikan begitu saja. Namun, apabila ada ditemukan pelanggaran terkait Sisdiknasnya, bisa saja mereka jadi tersangka,” ujar Kompol Aldi.

Meski begitu, Kompol Aldi menyebutkan bahwa penyidik berupaya keras mengumpulkan alat bukti baru untuk menjerat para saksi yang diduga menggunakan ijazah palsu tersebut.

Sampai saat ini, selain kedua oknum guru di Medan, di Kabupaten Asahan juga ada tiga oknum guru yang disinyalir menggunakan ijazah palsu diantaranya inisial SM, NS, dan DM. (wol/lihavez/data1)

适适

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Pertamina Ajak Pelaku Usaha Kuliner Beralih ke Bright Gas

MEDAN, Waspada.co.id – Konsumsi elpiji subsidi saat ini masih memakan porsi terbesar di provinsi Sumut. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.