_
Home / Fokus Redaksi / Pengungsi Rohingya Medan Dibunuh di Aceh?
foto: Istimewa

Pengungsi Rohingya Medan Dibunuh di Aceh?

MEDAN, WOL – Lima tahun menunggu kepastian untuk mendapatkan status politik, akhirnya Abul Hasyim (18), pengungsi Rohingya asal negara Myanmar yang bermukim di Hotel Pelangi Jalan Jamin Ginting, meregang nyawa. Kematian pria itu pun penuh dengan kecurigaan.

Menurut rekan sesasama pengungsi, Nur Muhammad (24), Rabu (7/10) lalu, korban pergi ke Langsa pukul 22.00 WIB seorang diri. Kepergian Abul Hasyim tidak diketahui maksud dan tujuannya.

“Sekira pukul 04.00 WIB, Kamis (8/10) dini hari, family dari korban menerima kabar kalau dia (Abul Hasyim,red) ditemukan pihak kepolisian Langsa. Tapi satu jam berikutnya, kami dapat kabar dari pihak kepolisian Langsa melalui keluarga, Abul Hasyim sudah meninggal dunia karena kecelakaan,” ungkapnya kepada Waspada Online dengan nada heran, dan bahasa Indonesia yang masih terbata-bata, Jumat (9/10).

Lebih lanjut Nur Muhammad menjelaskan, kematian rekannya itu penuh kecurigaan. Pasalnya di tubuh korban diduga ada bekas luka tusukan benda tajam, bukan luka kecelakaan.

“Kalau kecelakaan, kok bisa ada bekas tusukan di seputar leher. Lalu gigi dan lengan patah, dari telinga keluar darah,” sambungnya.

Sementara itu, pihak Imigrasi Polonia melalui Kapala Sub Penindakan, Muhammad Fabe meminta wartawan yang hendak meliput kejanggalan ini agar mengantarkan surat izin peliputan atau berkoordinasi dengan pihak imigrasi terlebih dahulu.

“Kami mendapat info dari kepolisian Langsa meninggal kecelakaaan. Tapi berkas secara resminya belum kami terima. Jadi, peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan pihak terkait. Belum bisa dinyatakan korban pembunuhan,” ungkapnya.

Fabe menambahkan, berdasarkan aturan yang di tetapkan pihak imigrasi, korban sudah melanggar aturan yang ditetapkan. Sejatinya, para pengungsi boleh keluar setiap harinya dari pukul  07.00-23.00 WIB. “Tapi korban keluar di atas jam yang kita tentukan. Jadi korban sudah melanggar aturan kita. Nanti akan kami kasih keterangan lebih rincinya, berdasarkan hasil penelusuran,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak terkait masih mencari tahu kronologis kematian Abdul Hasyim. Dan jenazah korban masih berada di Hotel Pelangi Jalan Jamin Ginting untuk disemayamkan di lokasi yang belum diketahui.

Dikutip Biaya
Berdasarkan pengakuan sejumlah pengungsi Rohingya yang menerima kedatangan jenazah Abul Hasyim di Hotel Pelangi, untuk mengeluarkan korban dari rumah sakit milik pemerintah daerah Langsa tersebut, mereka mengeluarkan biaya Rp8 juta. Dan dana itu mereka kumpulkan secara sukarela.

“Kami kumpulkan uang untuk keluarkan jenazah Abul Hasyim dari rumah sakit pak dan langsung dibawa ke sini (hotel pelangi,red),” ungkap salah seorang pengungsi Rohingya yang langsung meninggalkan sejumlah awak media di depan halaman parkir hotel kelas melati itu, Jumat (9/10).

Merasa ada yang janggal, Waspada Online mencoba mencari informasi dari temuan itu kepada pihak Imigrasi Polonia yang juga berada di kawasan hotel.

Kepala Sub Bidang Penindakan Imigrasi Polonia, Muhammad Fabe mengaku, pihaknya tidak mengetahui adanya biaya yang dikeluarkan pihak keluarga korban ataupun pengungsi Rohingya untuk mengeluarkannya dari RSUD Langsa. Sepengetahuannya, di imigrasi tidak ada anggaran untuk membayar segala administrasi yang berkaitan dengan kematian atau apapun.

“Saya baru bertugas di sini (Medan,red). Setahu saya, memang tidak ada anggaran kami untuk mengeluarkan pengungsi dari rumah sakit atau terkait masalah kesehatan. Kami hanya memfasilitasi transportasi seperti menjemput jenazah Abul Hasyim dari Langsa ke Medan,” kilahnya.

Lebih lanjut, awak media mempertanyakan Standart Operational Procedure (SOP) yang dimiliki pihak imigrasi dalam menjalankan tugas khususnya menangani kasus kematian para imigran, kembali lagi Fabe yang mengenakan pakaian corak batik berwarna biru ini mengaku tidak mengetahui. “Kami hanya memfasilitasi saja. Untuk biaya dan lainnya itu diluar tanggung jawab kami,” kilahnya lagi.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Keluarga Waspada Group Ziarah Makam Pendiri

MEDAN, Waspada.co.id – Sebelum menggelar resespi HUT ke-72 Harian Waspada, keluarga besar Waspada Group ziarah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: