Home / Medan / Pengadilan Hukum Ratu Ekstasi Seumur Hidup
WOL Photo

Pengadilan Hukum Ratu Ekstasi Seumur Hidup

MEDAN, WOL – Lenny (40) warga Jalan Dr Wahidin 98, Kelurahan Melayu, Kota Pematang Siantar, diganjar penjara seumur hidup. Dia dinyatakan bersalah memiliki dan menyimpan 3 ribu butir pil ekstasi.

Majelis hakim yang diketuai Richard Silalahi menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menghukum terdakwa dengan pidana seumur hidup,” ucap Richard Silalahi dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (17/4).

Mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim, Lenny yang diketahui sebagai kekasih seorang bandar narkoba bernama Egah Halim ini langsung tampak lega. Pasalnya vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim sama dengan tuntutan JPU Randi Tambunan. Meski demikian, baik jaksa maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Yudi Karo-karo selaku penasehat hukum terdakwa menyatakan pihaknya masih pikir-pikir lantaran mengingat ancaman hukuman adalah hukuman mati sehingga wajar kalau terdakwa dihukum seumur hidup.

Yudi mengatakan Lenny dalam kasus ini hanya sebagai pesuruh karena yang mengendalikan adalah Ega Halim merupakan napi, dimana untuk kasus ini Ega pun telah divonis seumur hidup.

“Hubungan Lenny dengan Ega adalah pacaran, sehingga Lenny bersedia mengikuti seluruh arahan untuk mengedarkan pil ekstasi di tempat-tempat hiburan di Medan,” terangnya.

Dalam dakwaan disebutkan, Lenny ditangkap oleh BNN Provinsi Sumatera Utara pada hari Rabu  tanggal 02 Agustus 2017.

Penangkapan bermula saat terdakwa berada di tempat kosnya di jalan Candi Prambanan, Kelurahan Petisah Tengah, Medan, lalu sekira pukul  10.00 WIB terdakwa dihubungi oleh Egah Halim melalui telepon dengan tujuan menyuruh terdakwa untuk menyerahkan narkotika dalam bentuk pil sebanyak 3 bungkus plastik dengan total berkisar 3 ribu butir yang masing-masing bungkus berisi seribu butir, diserahkan kepada 2 orang  yang berbeda yaitu untuk orang yang pertama seribu butir dan orang yang kedua dua ribu butir.

Setelah mendapat perintah dari Egah Halim kemudian terdakwa dihubungi oleh 2 orang suruhan Egah Halim untuk mengambil pil tersebut dengan kesepakatan serah terima barang di centre Poin Mall di Jalan Jawa, Medan Timur. Selanjutnya terdakwa pergi ke Centre Poin Mall dengan membawa 3 bungkus plastik.

Sekira pukul 14.00 WIB, terdakwa bertemu dengan seorang laki-laki orang suruhan Egah Halim di Coffee Crowed lalu menyerahkan 1 bungkus plastik berisi narkotika dalam bentuk pil sebanyak  seribu  butir dan selanjutnya terdakwa menunggu orang yang kedua untuk mengambil narkotika sebanyak 2 bungkus plastik yang masih terdakwa simpan di dalam tas.

Kemudian pada saat terdakwa berada di bagian Lower Ground Centre Poin Mall, tiba-tiba BNN Provinsi Sumatera Utara yang sebelumnya telah mendapat informasi dari masyarakat, langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan menyita dua bungkus plastik berisi narkotika dalam bentuk pil dengan jumlah berkisar 2.001butir.

Selanjutnya  petugas BNN melakukan penggeledahan di tempat kos terdakwa di Jalan Candi Prambanan,  dan menemukan serta menyita 15 bungkus plastik berisi narkotika dalam bentuk pil sebanyak 14.991 butir sehingga total keseluruhan berjumlah 17 bungkus sebanyak 16.992  butir.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

2 Jambret Babak Belur Dihakimi Warga

MEDAN, Waspada.co.id – Aksi Jambret terjadi di Jalan Rakyat, Lorong Maninjo, Gang Sei Batang, Kelurahan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: