Breaking News
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Pemerintah Wajib Berikan Jaminan Ketersediaan Energi
WOL Photo/Ega Ibra
WOL Photo/Ega Ibra

Pemerintah Wajib Berikan Jaminan Ketersediaan Energi

MEDAN, WOL – Pemerintah diminta wajib memberikan jaminan atas ketersediaan listrik dan gas bagi masyarakat dan dunia usaha, khususnya di Provinsi Sumatera Utara.

Berdasarkan program Lides, PLN merealisasikan 5.914 desa sudah dialiri listrik pada tahun 2017. Jumlah itu mencapai 96,84% dari jumlah desa 6.107 di Sumut.

Sumut juga memiliki beberapa pembangkit listrik yang beroperasi antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di daerah Belawan GT 11 kapasitas 130 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin 1 (60 MW), PLTG Belawan Lot 3 (85 MW) dan PLTG Paya Pasir 7 (34 MW). Demikian hal ini disampaikan Anggota DPR RI, Effendi Simbolon saat kunjungan ke Medan, Jumat (9/8).

“Tentuntanya ini menjadi tugas pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan energi. Apalagi untuk dunia usaha dan masyarakat yang notabene mendapatkan energi seperti listrik dan gas adalah haknya mereka. Seperti tertuang dalam pasal 3 ayat (3) UUD 1945, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” tuturnya.

Karena jika gas dan listrik di Sumut terjamin, maka masyarakat dan perekonomian di Sumut juga diyakini membaik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, pertumbuhan ekonomi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010 pada semester I tahun 2017 dibanding semester I tahun 2016 meningkat 4,8%.

“Dan jaminan yang dimaksud seperti tidak ada pemadaman lagi, baik untuk rumah tangga dan untuk industri. Pemerintah harus mencari solusi bagaimana agar investor tertarik ke Sumut untuk membangun berbagai jenis pembangkit listrik,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan jaminan itu pemerintah sudah memberikan kepastian bagi calon investor, baik untuk penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri agar berinvestasi ke Sumut.

“Pasokan gas untuk Medan dan sekitarnya berasal dari pasokan gas konvensional di lapangan Pangkalan Susu dan pasokan dari jalur Arun-Belawan. Pada 2015, pasokan gas ke Sumut berasal dari Arun-Belawan berupa LNG (Liquefied Natural Gas) atau Gas Alam Cair,” ujar Effendi Simbolon.

Ditambahkan, mata rantai gas untuk Sumut berasal dari gas konvensional Pangkalan Susu oleh Pertamina EP dan LNG dari Arun-Belawan. Kemudian gas yang seharusnya untuk Pertamina dialokasikan kepada Pertagas Niaga, yang merupakan anak perusahaan Pertamina yang tidak memiliki fasilitas.

“Dimana per 1 Februari 2017, pemerintah juga telah menurunkan harga gas industri menjadi US$9,95 per MMBTU dari sebelumnya US$ 12,22 per MMBTU. Kita berharap ini ada pertimbangan agar Sumut tidak krisis listrik lagi,” pungkasnya. (wol/eko)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

foto: billboard

Ed Sheeran Sampaikan Maaf pada Fans Indonesia

JAKARTA, WOL – Gagal berkunjung dan konser di Indonesia, Ed Sheeran rupanya tidak diam saja. ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.