Breaking News
Home / Medan / Pemerintah Targetkan Setiap Desa Ada Penyuluh Pertanian
WOL Photo
WOL Photo

Pemerintah Targetkan Setiap Desa Ada Penyuluh Pertanian

MEDAN, WOL – Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Kaheron, mengatakan pemerintah akan menargetkan setiap desa di Indonesia memiliki satu orang penyuluh pertanian.

“Karena melihat jumlah penyuluh yang ada masih sangat kurang untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat di desa. Targetnya satu desa perlu satu penyuluh, dan pemerintah terus berupaya menambah jumlah penyuluh,” tuturnya saat acara wisuda lulusan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Medan Tahun Akademik 2016/2017.

Hal ini dilakukan untuk menekan angka impor di tengah upaya swasembada pangan, masyarakat juga diharapkan bisa menekan konsumsi beras dengan mengganti ke bahan pangan lainnya agar kebutuhan dapat terpenuhi.

“Tentunya ini membutuhkan upaya dan kerja keras bersama demi tercapainya kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan serta menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia di Tahun 2045,” jelasnya, kemarin.

Sementara menurut Menteri Pertanian RI, Dr Ir H Amran Sulaiman MP, dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BPPSDMP) Dr Ir Momon Rusmono, mengatakan penyuluh pertanian diharapkan juga turut andil dalam mendukung program regenerasi petani. Sebab rata-rata setiap tahun kita kehilangan 2 persen jumlah rumah tangga petani yang berpindah profesi, dan dari petani yang ada ini 61 persen berusia di atas 45 tahun.

“Dan harapan saya nanti para wisudawan STPP Medan yang berjumlah 50 orang kembali ke daerah untuk menjadi Penyuluh Pertanian PNS yang tangguh dan tahan uji, dan bisa mendampingi para petani di desa agar apa yang menjadi upaya kedepan bisa terlaksana,” tambahnya.

Kegiatan ini selain melibatkan STPP, Perguruan Tinggi Mitra, Penyuluh Pertanian, BPTP, juga melibatkan TNI, serta dinas dan instansi terkait sektor pertanian. Karena beberapa program kegiatan yang dilakukan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dalam mendorong regenerasi petani antara lain melakukan pendampingan mahasiswa dalam upaya khusus peningkatan produksi di sentra produksi pangan.

“Di tahun pertama program yang didampingi adalah “PAJALE” (padi, jagung, dan kedelai), di tahun kedua adalah 7 (tujuh) komoditas unggulan yakni padi, jagung, kedelai, bawang merah, daging, tebu, dan aneka cabe, dan pada tahun ketiga ditambah dengan program SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting),” lanjutnya.

“Kelompok pemuda tani dipacu untuk mengoptimalkan lahan yang ada diwilayahnya, menerapkan teknologi aplikatif yang lebih berdayaguna, serta menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, sehingga dapat terjadi keberlanjutan usaha dengan terjaminnya ketersediaan agro input dan pasar untuk penjualan hasil produksinya. Sekarang ini ada 5.515 BPP di seluruh Indonesia, apabila dalam satu tahun masing masing dapat membina 6 pemuda tani saja maka telah tumbuh tidak kurang dari 30.000 petani atau wirausahawan muda yang siap membantu pentani,” pungkasnya.(wol/eko)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

foto: billboard

Ed Sheeran Sampaikan Maaf pada Fans Indonesia

JAKARTA, WOL – Gagal berkunjung dan konser di Indonesia, Ed Sheeran rupanya tidak diam saja. ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.