Home / Medan / Pemenang Proyek PLN Labuhan Angin dan Pandan Diduga Libatkan Mantan Pegawai KITSBU
Ilustrasi (foto: ist)

Pemenang Proyek PLN Labuhan Angin dan Pandan Diduga Libatkan Mantan Pegawai KITSBU

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berkomitmen memberantas dugaan korupsi yang terjadi di tanah air khususnya pada kantor pemerintahan dan BUMN. Begitupun, para pelaku tak kunjung jera melakukan praktik curang, meskipun sudah ada oknum yang duduk di kursi pesakitan.

Contohnya saja, Pengadilan Negeri (PN) beberapa tahun lalu telah memvonis mantan General Manager PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara (KITSBU), Chris Leo Manggala, dengan hukuman 9 tahun penjara. Chris didakwa bersalah dalam proyek Life Time Extention (LTE) Major Overhouls Gas Turbine (GT) 2.1 dan GT 2.2 Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap (PLTGU) Belawan tahun 2012 dengan dugaan kerugian negara Rp2,3 triliun.

Menyikapi kondisi itu, Lembaga Swadaya Masyarakat Citra Damai Alam Semesta (LSM Cadas) Indonesia menduga telah terjadi praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di kantor PLN KITSBU, sama seperti yang terjadi pada tahun 2012 lalu. Di mana pemenang pemborongan pekerjaan pengoperasian dan pemeliharaan gedung dan pertamanan sektor Pembangkitan Pandan dan sektor Pembangkitan Labuhan Angin PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara diduga melibatkan orang dalam.

“Pengadaan di PLN KITSBU itu terjadi tanggal 6 September 2017 dan pengumuman pemenang tanggal 17 Mei 2018. Nah, pada rentan waktu itu lah dugaan kolusi yang dilakukan mantan pegawai PLN KITSBU inisial WS ketika masih aktif. Sehingga membuka peluang memenangkan pelelangan PT Damhury Jaya,” ungkap Manajer Advokasi LSM Cadas Indonesia, Nanang Ardiansyah Lubis, Senin (30/7).

Nanang menjelaskan sedikit peran WS dalam proyek pengadaan tersebut. WS yang sebelumnya menjabat Deputy Manajer Bidang Umum mengetahui sekaligus merancang rencana anggaran biaya (RAB) untuk proyek pengadaan tersebut. Setelah pensiun, WS bergabung dengan PT Damhury Jaya dan ikut sebagai peserta pelelangan.

“Setelah keluar pengumuman, diketahui PT Damhury dinyatakan sebagai pemenang dengan nilai kontrak sebesar Rp.5.917.858.004,- per tahun. Kenapa bisa terjadi seperti itu? Ya karena WS memiliki peran yang cukup fatal dalam memenangkan tander ini. Kalau tidak KKN, apa namanya praktik ini?,” ucapnya mempertanyakan.

“Jadi kami menyimpulkan, WS semasa aktif membangun kolusi dengan PT Damhury agar perusahaan ini memenangkan tander pelelangan atas pekerjaan dimaksud,” imbuhnya.

Atas dugaan diatas, maka LSM Cadas berencana akan melakukan aksi turun ke jalan, mendesak Kejatisu mengusut dugaan keterlibatan WS dan melaporkan masalah ini ke Komisi Persaingan Pelaku Usaha (KPPU) perwakilan Sumatera Utara dalam waktu dekat, agar dugaan praktik KKN ini tidak terjadi lagi di tubuh pemerintah maupun BUMN dan Indonesia terbebas dari korupsi sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

PLN Rugi Rp7 Miliar Per Hari Akibat Kebocoran Pipa Gas Bawah Laut

JAKARTA, Waspada.co.id – Bocornya pipa gas bawah laut di perairan Serang, Provinsi Banten, membuat Pembangkit ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: