Home / Medan / Peluang UMKM Era Digital Hadapi Tantangan Tahun Politik
WOL Photo

Peluang UMKM Era Digital Hadapi Tantangan Tahun Politik

MEDAN, Waspada.co.id – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) bersinergi dengan Bisnis Indonesia menggelar Entrepreneur Networking Forum.

Diskusi mengupas tentang berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2019 yang merupakan tahun politik serta di era perkembangan teknologi digital.

Alignment Head Business Banking BTPN, Michael Jermia Tjahjamulia, menerangkan sebagai bank yang memiliki visi mengubah hidup jutaan rakyat Indonesia, BTPN meyakini inovasi adalah kunci pertumbuhan.

“Salah satu inovasi yang dilakukan BTPN adalah menghadirkan BTPN Mitra Bisnis, yaitu unit usaha yang dirancang khusus untuk melayani berbagai kebutuhan dari para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) melalui solusi keuangan yang dapat diandalkan, pengembangan kapasitas usaha, dan pembukaan akses ke pasar yang lebih luas,” tuturnya pada diskusi Outlook Ekonomi 2019, Peluang UMKM di Era Digital dan Tantangan Tahun Politik di Santika Hotel Medan, Kamis (19/7).

BTPN Mitra Bisnis hadir dengan berbagai produk dan layanan perbankan untuk kebutuhan usaha modal kerja, dan investasi usaha nasabah.

“Selain pembiayaan, BTPN Mitra Bisnis juga hadir dengan dukungan solusi nonkeuangan untuk membantu nasabah mengembangkan kapasitasnya dalam menjalankan usaha yang termasuk dalam Program Daya,” jelasnya.

Program Daya merupakan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan terukur dari BTPN untuk meningkatkan kapasitas nasabah.

“Untuk mendukung proses bisnis yang berorientasi pada kebutuhan serta kenyamanan nasabah, BTPN Mitra Bisnis juga memanfaatkan platform digital. Melalui Akses Bisnis, nasabah BTPN Mitra Bisnis dapat melakukan transaksi di mana pun dan kapan pun melalui browser pada masing-masing komputer atau laptop nasabah,” ungkapnya.

Ditambahkan, Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira memperkirakan perekonomian Indonesia di 2019 akan tumbuh sekitar 5,2%. Sektor logistik, transportasi, konstruksi, dan perdagangan akan menjadi faktor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Permintaan global sebenarnya cukup solid, hanya saja pelaku usaha diminta untuk mencermati efek perang dagang dan fluktuasi kurs rupiah akibat perubahan dinamika global,” tambahnya.

Sementara perekonomian Sumatera Utara diproyeksi tumbuh sebesar 5,4% pada 2019. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dalam tiga tahun terakhir selalu berada di atas rata-rata ekonomi nasional yang sebesar 5% (yoy) dan di atas rata~rata pertumbuhan Sumatera yang sebesar 4,43% (yoy). Ini menunjukkan daya tahan ekonomi Sumatera Utara cukup baik di tengah dinamika kondisi ekonomi domestik maupun global.

“Faktor pendorong ekonomi di Sumatera Utara adalah sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Harga komoditas, khususnya minyak kelapa sawit dan karet, yang diharapkan segera mengalami pemulihan akan mendorong ekspor Sumatera Utara menjadi lebih tinggi,” lanjut Bhima.

Selain itu, optimistis di tengah era digital dan tantangan tahun politik, sektor UMKM dapat tumbuh lebih tinggi. Adanya platform perdagangan digital atau e-commerce turut membantu pemasaran produk-produk UMKM.

“Sedangkan adanya transportasi online juga memudahkan proses distribusi UMKM hingga ke level daerah mulai dari antar makanan hingga jual beli barang sekarang makin cepat dan murah. Jadi kita harus memandang ekonomi di 2019 dengan rasa optimistis. Event politik justru membawa banyak peluang bisnis,” pungkasnya.(wol/eko/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

KPK Tangkap Bos Lippo, Konsumen Meikarta Panik

JAKARTA, Waspada,co.id – Terkait dengan Kabar Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) terhadap ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: