_
Home / Medan / Pelajar Ngamuk Ditilang, Kanit Lantas: Dia Hanya Cari Sensasi
WOL Photo

Pelajar Ngamuk Ditilang, Kanit Lantas: Dia Hanya Cari Sensasi

MEDAN, Waspada.co.id – Viralnya video anak SMK Negeri 7 atas nama Mikael yang mencak-mencak saat personel Lantas Polsek Medan Kota melakukan razia di Jalan Brigjen Katamso membuat Kanit Lantas Polsek Medan Kota Iptu AW Nasution angkat bicara.

“Anak tersebut hanya mencari sensasi saja. Karena menurut penuturannya, ia sering melihat YouTube dan instagram biar terkenal buat hal semacam itu saat petugas sedang melakukan razia,”kata Iptu AW Nasution saat dijumpai di Polsek Medan Kota, Kamis (15/8).

Diceritakan kejadian berawal ketika personel unit Lantas Polsek Medan Kota melihat anak sekolah diseberang jalan tempat unit lantas Polsek Medan Kota melakukan razia tepatnya di Jalan Brigjen Katamso dari arah Jalan Pelangi mengarah ke Kampung Baru.

Kemudian, kata AW, anak tersebut yang diketahui bernama Mikael berhenti sambil menelpon dan melihat ke arah razia yang dilakukan personel unit lantas Polsek Medan Kota.

“Kita tidak tahu yang bersangkutan menelpon siapa dan kita abaikan saja,”ujarnya.

Tidak berselang lama, aku AW Nasution, anak tersebut langsung bertanya kepada dirinya mengenai surat razianya.

“Dan saya menjawab ini pak. Sambil menunjukkan sprint kepada anak tersebut. Lantas anak tersebut bertanya lagi, mana plang razianya, kemudian saya menunjukkan plang razianya,”terang orang nomor satu di unit lantas Polsek Medan Kota ini.

Namun, AW Nasution mengaku anak tersebut semakin berceloteh dan mengatakan kalau razia plangnya harus 50 meter sebelum razia.

Melihat hal tersebut, Brigadir Yudi mendatangi Mikael dan menanyakan SIM serta STNK yang ternyata tidak ada.

Kemudian Brigadir Yudi langsung mendorong motornya untuk ditilang. Namun, aku AW Nasution, anak tersebut tidak mau memberikan motornya sambil meronta-ronta.

“Karena hal itulah, video itu sempat viral. Makanya di sini saya jelaskan kepada kawan-kawan kejadian yang sebenarnya. Bahwa, kami tidak ada melakukan penilangan kepada anak tersebut. Cuma anak itu yang berhenti sendiri dan membuat sensasi dengan meronta-ronta saat kami melakukan razia,”terangnya.

Sementara itu, Mikael didampingi wali kelas dan orang tuanya telah menyapaikan permohonan maafnya.

Pernyataan permintaan maaf Mikael ini juga diabadikan dalam video berdurasi 47 detik. Adapun isi dari pernyataan maaf tersebut yakni:

“Saya Mikael Hasundutan Hutagaol bersekolah di SMK Negeri 7 Medan datang pada Hari Rabu Agustus 2019 datang ke Polsek Medan Kota bersama orangtua saya bersama dengan wali kelas saya.

Saya datang ke Polsek Medan Kota untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya kepad institusi Polri dan khususnya kepada unit lantas Polsek Medan Kota atas perbuatan saya yang viral di media sosial pada tanggal 13 Agustus 2019 di Jalan Brigjen Katamso

Dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya ucapkan terimakasih.”

Setelah melakukan pernyataan maaf yang divideokan, Mikael membuat surat perjanjian tidak akan mengulangi hal yang sama kedepannya dan ditandatangani oleh orangtua beserta wali kelasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Polsek Medan Kota Bekuk Perampok Bersepeda Motor

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Pegasus Polsek Medan Kota membekuk pelaku perampokan di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.