Newsticker
WOL / Medan / Pedagang Desak DPRD Bentuk Ranperda Perlindungan PK5
WOL Photo
WOL Photo

Pedagang Desak DPRD Bentuk Ranperda Perlindungan PK5

MEDAN, WOL – Ketua Forum Pedagang Pasar dan Pedagang Kaki Lima, Ap Luat Siahaan, mendesak DPRD Medan segera membentuk Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perlindungan pedagang kecil. Mengingat, Ranperda itu sudah dimasukkan ke dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Medan 2017.

Sudah seharusnya pedagang kecil memiliki kepastian hukum agar tidak selalu digusur. Pasalnya, bila Pemerintah Kota (Pemko) Medan memanfaatkan pedagang kecil ini dengan baik, pedagang kecil di Kota Medan bisa di jadikan aset.

“Kami sangat mendukung dengan adanya rencana pembentukan Ranperda Perlindungan Pedagang Kecil tersebut. Biar ada kepastian hukum sama kami dan supaya pedagang kecil ini tidak terus-terusan digusur,” ungkapnya, Senin (24/4).

Melalui Ranperda Perlindungan Pedagang Kecil tersebut, Luat mengharapkan agar ada klasifikasi yang jelas tentang pedagang kaki lima dan di mana pedagang kaki lima boleh berjualan yang tidak menggangu kepentingan orang lain dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Selama ini, tidak ada ketentuan yang jelas di mana kami boleh jualan. Contoh, pedagang Jalan Bulan yang sudah diperbolehkan berjualan di sana selama 27 tahun dan tiba-tiba saat ini katanya mau digusur. Makanya, kami mendesak agar Ranperda itu segera dibentuklah, agar ada kepastian hukum untuk pedagang kecil ini,” harapnya.

Luat mencontohkan, pedagang kaki lima di Malaysia bisa berjualan dengan baik karena lokasi berjualan mereka ditata dengan baik oleh pemerintahnya. Hal itu sangat bertolak belakang dengan pedagang kaki lima di Kota Medan yang selalu merasa tidak nyaman berjualan, karena takut digusur.

“Dengan adanya Ranperda Perlindungan Pedagang Kecil itu, maka Pemko Medan tidak harus repot-repot mengeluarkan anggaran yang besar untuk menggusur pedagang. Karena pedagang ini, tidak harus digusur tapi ditata agar pedagang bisa berjualan untuk menyekolahkan anak-anaknya,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Iswanda Ramli, mengakui Ranperda Perlindungan Pedagang Kecil itu sudah dimasukkan kedalam Propemperda Kota Medan 2017 dan akan dibentuk dalam waktu dekat. “Ranperda Perlindungan Pedagang Kecil itu merupakan inisiatif dari dewan dan termasuk orang yang menandatangani inisiatif pembentukan Ranperda itu,” bebernya.

Nanda, sapaan politisi Golkar ini menilai nasib para pedagang kecil yang berjualan di sejumlah pasar tradisional sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab nasib mereka tak jelas, karena selalu digusur oleh Pemko Medan. “Kasihan pedagang itu. Makanya, kita berinisiatif untuk membentuk Ranperda itu, agar ada penataan pedagang yang jelas. Bukan main gusur sembarangan,” paparnya tanpa merinci kapan Ranperda itu akan dibahas.

Terpisah anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, membenarkan bahwa Ranperda Perlindungan Pedagang Kecil itu sudah masuk ke dalam Propemperda Kota Medan 2017.

“Tapi, baru judulnya saja yang dimasukkan. Sedangkan naskah akademiknya belum. Kajiannya seperti apa belum jelas. Makanya, kita akan menyurati pengusul Ranperda itu, agar kajian naskah akademiknya segera dibuat agar Ranperda itu bisa segera dibahas,” terangnya. (wol/mrz/data1)

Editor: Agus Utama

Baca Juga

foto: dailymail

Morata Langsung Janji Banyak Gol

LONDON, WOL – Alvaro Morata mengaku senang akhirnya bisa membela Chelsea dan sudah tak sabar ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.