Breaking News
Home / Medan / Pasis Sespimmen Polri Dikreg ke-57 Kunjungi DPRD Medan
WOL Photo
WOL Photo

Pasis Sespimmen Polri Dikreg ke-57 Kunjungi DPRD Medan

MEDAN, WOL – Perwira siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-57 Mabes Polri mengunjungi DPRD Medan, Rabu (13/9).

Dalam kunjungan ini, para Pasis diminta agar persoalan kejahatan narkoba, begal, pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM), pendirian Polsek Baru dan perlunya forum komunikasi antara polisi dan masyarakat disampaikan ke pimpinan atas maupun Mabes Polri.

Ada 13 Pasis yang berkunjung ke DPRD Medan. Mereka didampingi Kombes Pol I Wayan Suparta. Pertemuan antara para Pasis dengan anggota DPRD Medan digelar di ruang Banggar, lantai 2 gedung DPRD Medan. Pertemuan ini dipimpin oleh Ketua Komisi A, Sabar Syamsurya Sitepu, didampingi oleh Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung dan Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga dan sejumlah anggota DPRD lainnya. Tampak pula Sekretaris DPRD Medan, Abdul Azis.

Sabar Sitepu menuturkan, tindak kejahatan kebanyakan terkait narkoba. Karena itulah perlu adanya wadah komunikasi antara polisi dan masyarakat. Ia juga menyarankan agar menyiapkan tempat rehabilitasi narkoba. Tak cuma itu, pembangunan satu polsek di satu kecamatan di Medan, dianggap sangat mendesak.

“Pencegahan itu lebih penting. Komunikasi antara anggota Polri dan masyarakat ini harus ditingkatkan untuk mengetahui informasi mengenai keberadaan pengedar narkoba. Nanti juga kita akan minta dianggarkan ke Pemko Medan untuk ini. Saran-saran ini bisa dibawa ke pimpinan dan bisa menjadi bahan untuk diterapkan,” ungkapnya.

Henry Jhon juga menyoroti soal peredaran narkoba. Bahkan ia secara terbuka meminta agar pihak kepolisian menangkap seorang bandar narkoba yang begitu meresahkan.

“Orangnya menjabat di salah satu organisasi masyarakat. Dia juga kaya,” bebernya seraya meminta pihak kepolisian meningkatkan patroli malam.

Pandangan soal pemberantasan narkoba turut dilontarkan Ilhamsyah. Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan ini menuturkan kalau narkoba menjadi momok terbesar. Karena tak jarang peredarannya melibatkan oknum-oknum aparat penegak hukum.

“Narkoba ini bahkan menghancurkan secara sistematis, seperti perang candu. Karena itulah, kita dorong anggaran narkoba lebih ditingkatkan,” sebut anggota Komisi D ini.

Sedangkan Zulkarnain Yusuf Nasution mempersoalkan pelayanan pembuatan SIM. Sebab, masih banyak oknum aparat di Satlantas Polrestabes Medan yang mengarahkan pemohon SIM harus ada sertifikat terlebih dulu.

“Seperti di MSDC Jalan Bilal itu. Pemohon bayar sekitar Rp400 ribu, tanpa latihan tertulis atau praktek untuk sertifikat urus SIM,” ujarnya.

“Padahal sertifikat ini tidak berlaku dan tidak ada kaitannya dengan pengurusan SIM. Belum lagi, tempat tersebut juga tidak memiliki beberapa izin. Tapi ada oknum aparat yang mengarahkan harus ada sertifikat baru bisa urus SIM,” ketusnya.

Ditemui selepas pertemuan tersebut, Kombes I Wayan Suparta, menjelaskan kedatangan para Pasis dalam rangka kuliah kerja lapangan (KKN). Didampingi Kompol Aldi Subartono, Wayan menyebutkan kunjungan dimaksudkan ingin mengetahui sejauh mana sinergitas, koordinasi dan kerja sama antara Polrestabes Medan dengan DPRD Medan.

“Sekaligus mengaplikasikan yang telah diterima selama pendidikan terkait masalah pembinaan, operasional maupun kerja sama dengan instansi terkait,” terangnya sembari menyatakan akan menampung semua masukan anggota DPRD Medan.

Selain mengunjungi Polda Sumut, sebut Wayan, Pasis Sespimmen Dikreg ke-57 juga mengunjungi wilayah Polda Riau dan Polda Lampung. Untuk wilayah Polda Sumut, ada 10 Polres yang didatangi. “Polres yang didatangi di antaranya Langkat, Binjai, Simalungun dan Deliserdang,” pungkasnya.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga (WOL Photo/M Rizki)

Pengerjaan Infrastruktur Belum Terkonsep di Medan

MEDAN, WOL – Pemko Medan tengah berbenah. Tahun anggaran 2017 ini, Wali Kota Medan, Dzulmi ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.