Home / Fokus Redaksi / “Pasien Takut Berobat ke RSU Pirngadi, Pelayanan Tak Maksimal”
WOL Photo

“Pasien Takut Berobat ke RSU Pirngadi, Pelayanan Tak Maksimal”

MEDAN, WOL – Anggota Komisi B DPRD Medan, Surianto SH, menyebutkan salah satu cara untuk memperbaiki sistem pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan harus mengurangi tenaga kesehatan baik yang berstatus honorer maupun pegawai. Sebab jumlah pegawai maupun honorer di rumah sakit tersebut sudah terlalu banyak.

Surianto pun menyarankan, agar mereka dipindahkan ke klinik atau rumah sakit swasta yang lain, tergantung kebijakan dari Pemko Medan itu sendiri. “Jujur saja, masyarakat Kota Medan saat ini takut untuk berobat ke RSUD dr Pirngadi Medan. Asumsinya, berobat di Pirngadi bukannya sembuh malah semakin parah. Itu karena pelayanannya yang kurang maksimal. Pasien yang berobat di sana merasa kurang nyaman terhadap pelayanan yang diberikan,” ungkapnya, Rabu (2/1).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Butong ini menjelaskan, RSUD Pirngadi ‘hidup’ karena adanya kerja sama dengan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Di mana mayoritas orang yang datang berobat ke rumah sakit tersebut adalah peserta BPJS.

Persoalannya, kalau pelayanan dan fasilitasnya kurang, maka rumah sakit ini akan tetap kalah dengan rumah sakit swasta provider BPJS Kesehatan lainnya, yang akhirnya setiap bulan hanya menanggung beban tinggi dan RSUD dr Pirngadi Medan akan terus  mengalami devisit setiap tahunnya.

“Untuk itu kita minta pelayanan dan fasilitas di RSUD dr Pirngadi Medan harus ditingkatkan, jangan hanya di depan Wali Kota mengatakan akan meningkat pelayanan namun pelaksanaannya nihil. Dari tahun ke tahun kondisi di rumah sakit itu begitu-begitu terus, tidak ada perubahan yang signifikan,” sindirnya.

Untuk diketahui, hari pertama kerja di tahun 2018, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan, terutama yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, termasuk di RSUD Pirngadi Medan Selasa (2/1) kemarin.

Di rumah sakit tersebut, Wali Kota disambut tangisan oleh keluarga pasien di ruang rawat inap di lantai dua. Pasalnya, keluarga pasien mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit. Pasalnya, pasien atas nama Budi Hartono (45), yang didiagnosa menderita kanker hati kurang mendapatkan pelayanan maksimal.

“Tologlah dibantu abang kami, Pak Wali. Sudah dua minggu dirawat di sini tapi gak ada perubahan. Selama dirawat jarang diperiksa dokter, hanya perawat saja. Kami nggak tega lagi melihat kondisinya. Perut abang kami semakin membengkak, sering kali bang kami menjerit kesakitan,” kata Anum dengan berlinang air mata.

Mendapati temuan itu, Wali Kota langsung segera menjatuhkan sanksi kepada dokter yang bertanggung jawab. “Saya tidak mau ada keluhan seperti ini. Seluruh pasien yang dirawat di rumah sakit ini harus mendapatkan pelayanan sebaik-baiknya,” tegas Wali Kota kepada Dirut RSUD dr Pirngadi, Suryadi Panjaitan, dengan wajah memerah. (wol/mrz/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

Pedagang Aksara Gugat Wali Kota dan PD Pasar

MEDAN, Waspada.co.id – Pedagang Pasar Aksara akan menggugat Wali Kota Medan dan PD Pasar atas ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: