Home / Fokus Redaksi / Papan Reklame Bertebaran, Pansus Reklame Tak Punya ‘Taji’
WOL Photo

Papan Reklame Bertebaran, Pansus Reklame Tak Punya ‘Taji’

MEDAN, WOL – Ketua Komisi D DPRD Medan, Sahat B Simbolon, mempertanyakan kinerja tim terpadu dalam menertibkan papan reklame yang berada di zona larangan. Pasalnya sejak bergulirnya hak interpelasi reklame jilid 1 dan 2, semakin banyak saja papan reklame berdiri. Dan lebih parahnya lagi, bentuk papan reklame tersebut tidak lagi dari besi, melainkan videotron.

Oleh karena itu, ia mengingatkan, agar Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, melalui SKPD-nya jangan ‘angin-anginan’ melakukan penertiban reklame. Sahat menilai, pansus reklame yang sudah dibentuk seolah tak memiliki ‘taji’, karena kenyataannya reklame masih bertebaran di Kota Medan.

“Ada apa sebenarnya dengan Wali Kota Medan. Kenapa seperti tidak tegas dan kurang serius melakukan penertiban reklame. ‘Pansus reklame pun seolah tak punya ‘taji’,” sindirnya, Selasa (8/8).

Politisi Gerindra ini menceritakan sedikit mengenai sejarah pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Reklame di DPRD Medan. Di mana untuk menghasilkan sebuah Peraturan Daerah (Perda), harus dibentuk pansus terlebih dahulu, kajian akademis hingga kunjungan kerja ke luar kota. Semuanya itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Pembentukan pansus itu lama loh. Dan menghabiskan banyak biaya serta waktu. Kan aneh, pansus sudah dibentuk, tapi tak ada realisasinya. Beberapa yang ditumbangkan, tapi muncul lagi lebih banyak reklame baru. Berarti ada apa-apanya ini,” herannya.

Sahat juga menyoroti penataan ruang di Kota Medan sudah sangat memprihatinkan karena keberadaan reklame yang menjamur dan merusak estetika kota. Tidak hanya di zona larangan, papan reklame tidak beraturan pun banyak ditemukan di luar zona larangan.

“Jangan hanya di luar zona larangan yang ditertibkan reklamenya. Dalam zona larangan juga banyak berserak reklame dan saling tumpang tindih, banyak yang tak memiliki izin tapi dinas terkait pura-pura tak tahu,” ketusnya.

Sekedar mengingatkan, inilah nama-nama jalan yang masuk dalam zona larangan atau harus terbebas dari papan reklame yang berhasil Waspada Online himpun. Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan Walikota, Jalan Pengadilan, Jalan Kejaksaan, Jalan WR Suprapto, Jalan Balai Kota, Jalan Pulo Pinang, Jalan Bukit Barisan, Jalan Stasiun, Jalan Raden Saleh dan Jalan Putri Hijau.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Wali Kota Titip Pesan Kepada 2.403 Jamaah Haji

MEDAN, Waspada.co.id – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, menyambut kepulangan jamaah haji asal Kota Medan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: