Home / Medan / Pansus LPj Wali Kota TA 2017 Minta Distankan Awasi Mutu Ikan di Pasar
WOL Photo

Pansus LPj Wali Kota TA 2017 Minta Distankan Awasi Mutu Ikan di Pasar

MEDAN, Waspada.co.id – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Medan dituntut melakukan pengawasan soal terjaminnya mutu ikan bebas bahan pengawet di semua pasar Kota Medan. Dinas itu dianjurkan supaya segera membentuk kantor UPT di setiap pasar mempermudah pengawasan.

Penegasan itu disampaikan anggota DPRD Medan yang bergabung di Pansus saat pembahasan LPj Wali Kota Medan penggunaan APBD Tahun Anggaran 2017 di gedung dewan, Selasa (18/9) kemarin. Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua Pansus Landen Marbun didampingi Godfried Lubis dan dihadiri Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ihksar Marbun.

“Dinas Pertanian harus bentuk UPT di setiap pasar mempermudah pengawasan menjamin mutu ikan bebas formalin. Selanjutnya, UPT dapat menggali potensi PAD dari sektor perikanan dan ternak. Sampai saat ini, pergerakan pembentukan UPT belum ada. Bahkan masalah ikan menggunakan bahan pengawet formalin tidak ada tindak lanjut pengawasan. Kita harapkan pembentukan UPT segera terealisasi,” ujar Godfried yang diamini Landen.

Selain itu DPRD Medan mengaku siap mendukung dan mendorong Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan membuat program yang mensejahterakan masyarakat dan peningkatan PAD. Begitu juga masalah pusat pasar ikan modern di Medan supaya segera direalisasikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ihksar Marbun, saat rapat pembahasan menyebut upaya memaksimalkan pengawasan ikan masuk ke Kota Medan dari berbagai daerah akan dipusatkan satu tempat.

Saat ini kata Marbun, pihaknya sedang menjajaki ke Kementerian Kelautan RI untuk membantu pengadaan laboratorium hasil laut. Direncanakan, Dinas Pertanian dan Perikanan akan membangun pusat ikan modern yang akan dipusatkan di PD Rumah Potong Hewan (PD RPH) Kota Medan.

“Setiap ikan yang masuk ke Kota Medan nantinya terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk pemeriksaan jamin mutu ikan. Selanjutnya didistribusi ke pasar-pasar. Untuk pengadaan laboratorium itu kita membutuhkan dana Rp20 miliar,” terangnya seraya berharap direstui Wali Kota dan Kementerian Kelautan RI mau memberikan bantuan pembangunan.(wol/mrz/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Prilaku Tak Bertanggungjawab Penyebab LPJU di Medan Padam

MEDAN, Waspada.co.id – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan menyebut banyak tangan-tangan usil yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: