_
Home / Medan / ‘Pakat Melayu’ Perwujudan Kesatuan Bangsa
WOL Photo

‘Pakat Melayu’ Perwujudan Kesatuan Bangsa

MEDAN, Waspada.co.id – 26 Oktober 2019 mendatang akan menjadi waktu yang bersejarah bagi bangsa Melayu di Sumatera Utara. Di mana tokoh akademisi Melayu, delapan kesultanan, dan organisasi budaya Melayu akan menggelar ‘Pakat Melayu’ guna mengangkat citra harkat dan martabat masyarakat yang selama ini kurang optimal berkontribusi.

Pakat Melayu yang digagas tokoh akademisi seperti Djohar Arifin Husin, Mayjend TNI (Purn) Muhammad Hasyim, Agussani, Subhilhar, Khairil Anshari, Sakhyan Asmara, Syaiful Bahri dan beberapa doktor ini, ditegaskan tidak ada kaitannya dengan Pilkada Serentak 2020 mendatang. Deklarasi Pakat Melayu tersebut bersifat umum.

“Delapan Kesultanan yang ada di ujung Langkat sampai dengan Selatan Labuhanbatu, bersama dengan organisasi, tokoh adat, cendikiawan, ulama, pejabat dan masyarakat Melayu akan bertemu untuk merumuskan suatu pernyataan, harapan, dan tekad ke dalam maklumat Melayu,” ujar Djohar Arifin, Selasa (15/10).

Anggota DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Sumut IlI ini menyebut bahwa teknis ide untuk membangun kembali kesejahteraan masyarakat Melayu mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, dan politik, akan dirumuskan dalam pertemuan tersebut.

Lebih lanjut mantan Ketua PSSI menyebut, Pakat Melayu ini sudah setahun direncanakan. Katanya, Melayu harus mengambil peluang yang ada di pemerintahan untuk membangun sumber daya manusia di titik-titik kebudayaan Melayu untuk semua masyarakat tanpa bermaksud premordialisme.

“Kita ingin bagaimana meningkatkan kembali kesejahteraan bangsa Melayu, seperti dengan adanya sekolah yang unggul di kawasan kawasan masyarakat Melayu. Namun bukan untuk Melayu saja, melainkan masyarakat non Melayu juga yang tinggal di daerah yang kental dengan Melayu terangkat martabatnya,” ujarnya.

Sakhyan Asmara menambahkan, secara politis sebenarnya masyarakat Melayu punya kesempatan untuk meningkatkan perannya di Sumut. 18 Gubernur Sumut hingga saat ini, pernah 4 kali dilakoni seseorang yang beretnis Melayu. “Namun saat ini belum optimal memberdayakan potensi-potensi masyarakat Melayu,” kata Sakhyan.

Untuk diketahui, acara Pakat Melayu yang akan digelar 26 Oktober 2019 mendatang ini dilaksanakan selama tiga hari di Hotel Emerald Garden itu sekaligus menjadi cikal bakal komitmen Masyarakat Melayu membangun Sumatera Utara. (wol/mrz/data2)

Editor: Sastroy Bangun

适适

Check Also

Gubsu Ajak OPD Medan Bersinergi

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengajak dan memotivasi seluruh Organisasi Perangkat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.