Home / Medan / P3TM Kangkangi Surat Edaran Sekda?
Foto: Anggota Komisi A DPRD Medan saat menemui pedagang Pasar Marelan yang keluhkan harga kios, Jumat (3/8). WOL Photo

P3TM Kangkangi Surat Edaran Sekda?

MEDAN, Waspada.co.id – Permasalahan di Pasar Marelan kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, sejumlah pedagang menolak harga yang ditetapkan Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM), meraka meminta pembayaran kios mereka sesuai dengan Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah Kota Medan Nomor 511.3/25/79 prihal penetapan harga kios, stand meja di Pasar Marelan.

“Intinya para pedagang belum sependapat soal harga yang dikeluarkan P3TM. Pedagang ingin membayar sesuai surat edaran Sekda Kota Medan,” jelas Sufrizal pedagang Ikan Pasar Marelan, Jumat (3/8).

Diutarakannya, pada saat pembangunan kios P3TM mematok harga Rp13 juta lebih untuk kios meja pedagang Ikan dan Ayam. Kemudian dalam perjalanannya, pedagang mendapati surat Edaran Sekda bahwa harga kios yang sesungguhnya Rp7,325.000,-.

“Kami mau ikuti harga sesuai dengan Surat Edaran Sekda,” jelas pria yang sudah berjualan ikan lebih dari 20 tahun ini.

Diakuinya, para pedagang pernah berkomunikasi dengan Dirut PD Pasar sebagai pengelola sah Pasar Marelan, di mana harga yang dipatok P3TM bertentangan dengan Surat Edaran Sekda.

“Kita jadi bingung, pembayarannya kok ke P3TM bukannya ke PD Pasar,” ucapnya mempertanyakan.

Terkait pembayaran ini, P3TM memaksa para pedagang segera melakukan pembayaran sesuai harga yang ditetapkan P3TM. Namun, pedagang meminta P3TM mengeluarkan surat resmi dari P3TM terkait harga Rp13 juta yang diklaim mereka ke pedagang. “P3TM tidak mau mengeluarkan surat terkait harga Rp13 juta tersebut, kami dipaksa harus membayar,” bebernya.

Tiga hari lalu, lanjutnya, para pedagang menerima surat dari P3TM yang isinya segera melunasi pembayaran kios sebelum tanggal 06 Agustus 2018. P3TM mengancam akan mengusir pedagang dan menggantikan mereka dengan pedagang lain.

“Tiga hari lalu kami menerika surat dari P3TM yang isinya soal pembayaran segera uang kios, mereka mengancam akan mengusir pedagang dan menggantikannya dengan pedagang yang baru jika tidak melunasi sampai batas waktu tanggal 6 Agustus 2018,” imbuhnya.

Anggota Komisi A DPRD Medan, Muhammad Nasir, menyayangkan tindakan yang dilakukan pengelola pasar kepada para pedagang yang akan melunasi kios/lapak yang mereka beli.

“Saya mendapat laporan dari beberapa pedagang, mereka akan melakukan pelunasan harga kios dan lapak yang mereka ambil,tapi harga yang dipatok pengelola bertentangan dengan surat edaran sekda kota Medan,” jelas Nasir.

Muhammad nasir ‘mencium’ ada dugaan ketidakberesan dalam persoalan jual beli kios di pasar yang baru dilakukan revitalisasi tersebut sesuai dengan surat edaran Sekretaris Daerah Kota Medan Nomor 511.3/25/79 prihal penetapan harga kios, stand meja di Pasar Marelan.

“Ada yang tidak sesuai, dimana harga yang ditetapkan melalui surat sekda itu tidak dijalankan dan harga yang dijual ke pedagang lebih tinggi dari harga yang ada di surat edaran tersebut,” terangnya.

Dengan tidak diberikannya bukti pelunasan pembayaran kios kepada pedagang, Nasir meminta Pemko Medan untuk menindaklanjuti persoalan ini. “Jika begini kenyataannya, maka pedagang tidak memiliki kepastian hukum dalam proses jual beli kios mereka,” jelasnya.

Pihaknya sangat menyesalkan atas transaksi yang tidak transparan ini. “Kita (DPRD Medan, red) sudah mengadvokasi perjuangan anggaran untuk revitalisasi pasar tradisional, namun pada kenyataannya ada proses yang tidak transparan dan cenderung merugikan para pedagang,” ucapnya.

Pada faktanya, dalam persoalan ini, sebagai pemegang regulasi, pemerintah tidak berdaya menghadapinya. Para pedagang malah dihadapkan dengan konflik baru di pasar tersebut. “Yang seharusnya mereka nyaman berjualan, kini mereka harus terjebak dalam persoalan yang seharusnya Pemko Medan bisa mengatasinya,” tukasnya.(wol/mrz/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Cegah Banjir, Masyarakat Perlu Edukasi Pengelolaan Sampah

MEDAN, Waspada.co.id – Sekretaris Komisi D DPRD Medan, Salman Alfarisi, menyebut permasalahan banjir di sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: