_
Home / Fokus Redaksi / Orang Tua Siswa Laporkan Komite SMAN 13 ke Polresta Medan
WOL Photo/Lihavez

Orang Tua Siswa Laporkan Komite SMAN 13 ke Polresta Medan

MEDAN, WOL – Noviandy salah seorang orang tua siswa, melaporkan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Komite SMAN 13 ke Polresta Medan, Senin (19/9).

Pasalnya, pihak komite melakukan pemungutan liar terhadap siswa untuk biaya pembangunan sekolah dan penyimpangan penggunaan anggaran.

“Ini tidak benar, cara-cara Komite SMAN 13 melakukan pengutipan kepada siswa tanpa adanya musyawarah kepada orang tua siswa sebelumnya,” terang Noviandy saat ditemui wartawan memberikan berkas pengaduan dugaan korupsi ke Polresta Medan.

Noviandy mengungkapkan, dana-dana yang dikutip komite sekolah kepada siswa tidak sesuai peruntukannya. Sebab, sampai saat ini belum juga teralisasikan.

“Pernah dikutip uang insidential Rp1,5 juta kepada siswa, untuk biaya pembangunan namun tidak disetujui. Anehnya, setelah uang insidential itu dihapuskan pihak komite sekolah memasang tarif uang komite kepada siswa sebesar Rp150 ribu,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Noviandy, kecurigaan dugaan penyelewengan anggaran semakin jelas karena tidak disertakannya program kerja tahun 2015-2016 dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Komite SMAN 13 untuk pembuktian anggaran sesuai penggunaan program. Tidak ada uraian dan lampiran bukti LPJ keuangan Komite SMA N 13.

Bahkan, tidak adanya penjelasan anggaran minus sebesar Rp66.496.816,- dan pungutan liar oleh pihak sekolah dan komite setiap bulan sebesar Rp150 ribu per siswa, yang memanipulasi hasil pertemuan dengan orang tua murid.

“Ini jelas sudah ada permainan dari Komite SMAN 13 saat menggunakan anggaran yang bersumber dari siswa tersebut,” jelas Noviandy.

Ditambahkan, rencana pihak sekolah memberikan fasilitas pendingin di setiap ruangan belum juga terealisasikan. Padahal, dana untuk membeli mesin pendingin (AC) yang bersumber dari iuaran siswa sudah terkumpul.

“Anak-anak selalu mengeluh kalau belajar selalu kepanasan. Anehnya, saat ditanya ke pihak sekolah mengaku belum bisa menggunakan AC karena kekurangan daya,” ujar Noviandy, sembari berharap kasus dugaan korupsi agar ditindaklanjuti Kapolresta Medan.

“Berkas dugaan korupsi sudah diterima polisi. Kami berharap agar pihak Polresta Medan segera mengusutnya,” harap Noviandy.

Sementara itu, pihak Kepala Sium Polresta Medan, Manullang, menuturkan akan menyampaikan berkasnya ke Kapolresta Medan untuk segera ditangani. “Ya kita pelajari dulu. Nanti Kapolres yang akan menyampaikan hasil penyelidikan,” pungkasnya. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

OTT Bupati Lampung Utara Diduga Terlibat Proyek

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik suap yang diduga melibatkan Bupati Lampung ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.