Breaking News
Home / Aceh / Ops Mantap Praja Rencong Selesai, 454 Brimob Dipulangkan
WOL Photo
WOL Photo

Ops Mantap Praja Rencong Selesai, 454 Brimob Dipulangkan

MEDAN, WOL –  Sejumlah 700 personel Brimob BKO dari Polda Sumsel, Kepri, Sumbar dan Polda Bengkulu dikembalikan ke markas masing-masing usai bertugas pengamanan pilkada serentak di Provinsi Aceh, dalam upacara pelepasan personel di Lapangan Brimob Tanjung Morawa, Senin (20/3).

Sedangkan untuk personel Brimob Polda Sumut sebanyak 454 personel masih tetap berada di Polda Aceh dalam penugasan penghitungan suara dan pelantikan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Rinciannya, 100 personel bertugas di Kabupaten Pidie sebanyak 100 personel, Bireun 100 personel, Aceh Utara 100 personel dan Aceh Timur 154 personel.

Dalam upacara pelepasan tersebut bertindak sebagai irup Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak. Tampak hadir juga Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Waka Polda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto, Pejabat Utama Polda Sumut, Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres dari Polda Aceh dan Kapolres dari Polda Sumut. Sebagai simbol, dilakukan pelepasan pita tanda operasi dan pemberian plakat oleh Kapolda Aceh.

Dalam amanatnya, Kapolda Aceh mengucapkan terimakasih kepada para personel yang telah selesai melaksanakan tugas di Provinsi Aceh untuk Operasi Mantap Praja Rencong-2016 dalam rangka Pesta Demokrasi Pilkada Serentak 2017 di Provinsi Aceh.

Pilkada di Aceh dilaksanakan untuk memilih Gubernur beserta 16 Bupati dan 4 Wali Kota, dengan jumlah pasangan calon mencapai 186 orang yang diusung oleh Partai Lokal dan Nasional serta calon melalui jalur independen.

“Pilkada di Provinsi Aceh merupakan salah satu pilkada yang mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Pusat dikarenakan Provinsi Aceh dinilai memiliki potensi kerawanan yang tinggi disamping Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Papua Barat,” ujar Kapolda Aceh.

Dikatakan, dibanding dengan pelaksanaan Pilkada 2012 lalu, penyelenggaraan Pilkada 2017 dilaksanakan secara parsial dengan tahapan yang berbeda pada masing-masing daerah. Semua tahapan Pilkada berjalan dengan serentak, sehingga hal ini juga berpengaruh terhadap tingkat kerawanan baik pelanggaran maupun tindak pidana Pilkada.

“Mengacu pada pengalaman Pilkada pada tahun 2012 kita telah mengantisipasi berbagai kerawanan yang diperkirakan akan timbul dan dapat merusak stabilitas keamanan terutama selama penyelenggaraan pilkada tahun 2017 dan salah satu antisipasi upaya tersebut adalah dengan menggelar Operasi Kepolisian Kendali Pusat dengan sandi Operasi “ Mantap Praja Rencong-2016”,” ujarnya.

Untuk mengoptimalkan tercapainya sasaran operasi, salah satu persiapan yang dilakukan Polda Aceh antara lain menambah kekuatan Polri di kesatuan kewilayahan yaitu dengan menghadirkan BKO Brimob sebanyak 1.900 personel yang berasal dari Korps Brimob Mabes Polri, Brimobda Jatim, Brimobda Sumsel, Brimobda Bengkulu, Brimobda Kepri, Brimobda Sumbar dan Brimobda Sumut.

“Kehadiran para personel Brimob sangat membantu Polda Aceh mengingat jumlah personel organik terbatas untuk kepentingan pengamanan Pilkada,” sebutnya.

Kapolda Aceh menyebutkan, secara umum penyelenggaraan Plkada 2017 berjalan aman, tertib dan damai. Namun ada sedikit situasi kamtibmas pasca pilkada terusik dengan terjadinya kasus pidana di Kabupaten Aceh Timur dan teror terhadap salah satu calon Bupati.

“Kejadian tersebut bernuansa politik dan saat ini Polda Aceh sedang bekerja keras untuk mengungkap kejadian tersebut hingga tuntas demi terpeliharanya situasi kamtibmas yang kondusif,” tutupnya.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

AP

Israel Serang Kelompok Hamas Gaza

GAZA, WOL – Israel melancarkan serangkaian serangan udara dengan target kelompok Hamas di Gaza pada ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.