Home / Fokus Redaksi / Ombudsman Minta Orang Tua Siswa SMAN 2 dan SMAN 13 Legowo
WOL Photo

Ombudsman Minta Orang Tua Siswa SMAN 2 dan SMAN 13 Legowo

MEDAN, WOL – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, meminta kepada seluruh orang tua siswa di SMAN 2 dan SMAN 13 Kota Medan yang nama anaknya tidak masuk dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online legowo (ikhlas).

Sikap penolakan yang dilakukan para siswa beberapa waktu lalu di kantor Gubernur Sumut, menurutnya tidak harus terjadi jika orang tua para siswa tidak memaksakan anaknya untuk masuk ke sekolah favorit.

“Setiap tahun Ombudsman menerima laporan masyarakat terkait buruknya sistem penerimaan siswa baru. Berdasarkan laporan dan temuan inilah kita mendesak Kementerian Pendidikan mengeluarkan kebijakan. Maka lahirlah Permendikbud Nomor 2 Tahun 2017 tentang Penerimaan Siswa Baru dalam sistem online dan diperkuat lagi dengan Pergubsu Nomor 52 tahun 2017,” ungkapnya kepada Waspada Online, Jumat (19/1).

Abyadi menyayangkan meskipun sudah terbit aturan mengenai PPDB Online, masih ada saja oknum di Dinas Pendidikan Provinsi Sumut maupun kepala sekolah negeri diduga mengeruk keuntungan pribadi. Alhasil, siswa yang mencoba masuk melalui jalur belakang tersebut menjadi imbas dari praktik ilegal ini.

“Aturan hukumnya sudah jelas, Kementerian Pendidikan dan Gubernur Sumut keluarkan peraturan, DPRD Sumut mendukung dan KPK mengawasi, siapapun yang mendaftar tidak melalui sistem yang sudah diterapkan, akan dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Jadi dalam hal ini, aparat penegak hukum harus kejar siapa aktor intelektual di balik protesnya ratusan siswa dari kedua sekolah tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Sumut (Gubernur, DPRD Sumut, Poldasu, Kejatisu dan Kodam I Bukit Barisan) dalam rapat yang pernah dilaksanakan telah menyepakati bahwa agar para siswa yang tidak terdaftar di SMAN 2 dan SMAN 13 segera dipindahkan ke sekolah swasta. Sehingga kegiatan belajar mereka tidak menemukan kendala.

“Akan tetapi faktanya, orangtua siswa masih ngotot agar anak mereka tetap bersekolah di sekolah favorit itu. Yang kasihan siapa? Kan sudah tentu anak mereka sendiri. Sudah, legowolah sebagai orang tua. Mari sama-sama kita bangun pendidikan yang berkarakter di Sumutera Utara ini,” pintanya kepada seluruh pihak yang berkepentingan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Sumut, Hamidah Pasaribu, menyarankan agar orang tua siswa yang nama anak mereka tidak terdaftar di PPDB online segera memindahkan ke sekolah swasta. Sebab siswa tersebut tidak memiliki nomor dapodik dan dipastikan tidak bisa belajar apalagi menerima rapor.

“Dari 658 jumlah SMA dan SMK negeri di Sumut hanya di SMAN 2 dan SMAN 13 lah yang ada sejumlah siswa yang tidak terdaftar di PPDB Online. Kami dari Disdik Sumut akan membantu proses pemindahannya ke beberapa SMA swasta yang telah ditunjuk oleh dinas  tanpa dipungut biaya,” tukas Hamidah.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

“Tantangan Forkopimda Semakin Berat, Perlu Kekompakan dan Sinergi”

MEDAN, WOL – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengharapkan seluruh unsur Forum Koordinasi  ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: