Breaking News
Home / Medan / Ombudsman Akan Surati Disdik Sumut Pindahkan Anak Pejabat ke SMAN I
WOL Photo
WOL Photo

Ombudsman Akan Surati Disdik Sumut Pindahkan Anak Pejabat ke SMAN I

MEDAN, WOL – Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, mengungkapkan akan menyurati Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Utara, agar memindahkan anak Kapolsek Galang dan pengusaha yang bersekolah di SMA N I melalui jalur Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP). Sebab menurutnya jalur RMP hanya digunakan oleh keluarga miskin.

“Ini jelas pelanggaran kenapa bisa seorang anak Kapolsek Galang dan pengusaha dapat masuk melalui jalur RMP yang konotasinya merupakan program keluarga miskin. Sementara diketahui mereka tidak miskin. Nah, Ombudsman Perwakilan Sumut akan menyurati Disdik Sumut untuk memindahkan para siswa yang masuk menggunakan jalur RMP ke sekolah swasta,” ungkapnya kepada Waspada Online, Sabtu (12/8).

Dijelaskan penggunaan jalur RMP yang dilakukan Kapolsek Galang dan pengusaha yang bermukim di Komplek Bumi Asri itu telah melanggar ketentuan karena digunakan tidak sesuai peruntukannya. Tak hanya itu, keluarnya surat rekomendasi tidak mampu oleh Dinas Sosial Kota Medan harus dipertanyakan mengaku diberikan kepada kalangan yang mampu.

“Setelah kami pelajari ternyata ada permainan administrasi dari tingkat kepala lingkungan, lurah yang mengeluarkan rekomendasi tidak mampu tersebut,” jelasnya sembari mengaku kecewa tentang adanya temuan penggunaan surat keterangan tidak mampu yang digunakan kalangan mampu.

Disingung mengenai rencana pemindahan, Abyadi menerangkan agar memberikan kesempatan bagi masyarakat kurang mampu yang memiliki prestasi untuk bersekolah di SMA favorit di Kota Medan tersebut.

“Ya langkah ini sebagai bentuk memberikan peluang kepada siswa kurang mampu yang memiliki pretasi agar dapat bersekolah di SMA N I Medan,” ucapnya.

Diketahui, Kapolsek Galang, AKP Marhalam Napitupulu, bersama seorang pengusaha yang bermukim di Komplek Bumi Asri, memasukkan anaknya melalui jalur rawan melanjutkan pendidikan (RMP) atau harus memiliki surat miskin ke SMA Negeri 1 Medan. Tindakan tersebut dianggap kurang pantas.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, mengatakan institusinya sangat menyayangkan langkah yang ditempuh Marhalam yang tidak semestinya seorang anggota Polri memalsukan status ekonominya hanya untuk kepentingan tertentu.

“Sangat tidak etis apa yang dilakukan Kapolsek Galang. Tidak semestinya anggota kepolisian melakukan hal demikian. Seharusnya setiap anggota Polri jujur dalam segala hal,” terangnya.

Rina menuturkan Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, telah memerintahkan Kapolres Deliserdang, AKBP Robert Da Costa, untuk memanggil Kapolsek Galang. Tujuannya agar Marhalam bisa menjelaskan tindakannya memanfaatkan jalur keluarga tak mampu untuk memasukkan anaknya ke SMA Negeri 1 Medan.

“Diharapkan setelah dilakukan pemeriksaan kejadian serupa tidak kembali terulang pada seluruh anggota Polri di jajaran Polda Sumut,” pungkasnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo

Dugaan Korupsi Multi Years di Kementerian PU-PR BBPJN I Medan “Mangkrak” di Poldasu

MEDAN, WOL – Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Poldasu diminta supaya menuntaskan kasus dugaan korupsi multy years ...

  • awesome

    Kapan aja dimana aja bisa main games kartu online di cumapoker, silahkan join dan download aplikasinya

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.