_
Home / Medan / Ngaku Tekab Sekap dan Aniaya 2 Pemuda
Sri Wartini menunjuk bagian dada anaknya M Fadli didampingi temannya M. Safii, keduanya korban penyekapan dan pengaduan yang dilakukan dua pelaku mengaku anggota tekab kepolisian. (WOL. Photo/gacok)

Ngaku Tekab Sekap dan Aniaya 2 Pemuda

MEDAN, WOL – Dua pelaku mengaku anggota tekab, melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap dua pemuda di rumah Anto, buka usaha doorsmer sepeda motor Jalan Tanjung Sari, Pasar I, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.

Akibat penganiayaan itu, korban M. Safii (15) penduduk Jalan Tanjung Sari, Pasar I Medan, bagian pipi kirinya memar merah.

Sedangkan korban, M. Fadli (23) warga Jalan Padang Bulan, Pasar IV Medan, kena pukulan di bagian dadanya.

Pengakuan korban kepada Waspada Online di Mako Polsek Medan Baru, Jumat (19/2), kejadian yang menimpa korban, mulai dari penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan dua pelaku anggota tekab kepolisian, Kamis (18/2) sekira pukul  24.00 WIB.

Awalnya, kedua pelaku mengaku anggota tekab datang atas suruhan Anto, karena kedua korban sering tidur di rumah Anto yang membuka usaha doorsmer sepeda motor.

Selanjutnya, pelaku menghardik korban karena sepeda motor milik Anto, Selasa lalu telah hilang dan pelaku menuduh korban mengambil sepeda motor tersebut.

Tindakan pelaku bukan sampai di situ saja, melainkan mereka menarik korban dan menyekapnya di dalam rumah Anto.

Penyiksaan terus dilakukan, hingga kedua korban nyaris pingsan. Tapi, kedua korban tidak mengakui mengambil sepeda motor.

Karena tidak ada juga pengakuan, penyekapan dan menyiksaan dalam tempo hampir setengah jam, akhirnya korban dikeluarkan dari kamar terus disuruh pulang ke rumah masing-masing.

Setiba di rumah, korban M. Fadli  meringis kesakitan terus menceritakan kepada orang tuanya atas kejadian tersebut.

Mendengar kejadian itu, ibunya Sri Wartini (45) langsung shock, kemudian abang kandungnya Fredy Dedy Saputra (25) menemui Anto sekaligus menanyakan sebab musabab adiknya disekap dan dianiaya dua pelaku mengaku anggota tekab.

Pertanyaan itu langsung dijawab Anto dengan mengatakan, tidakan yang dilakukan oleh dua tekab itu sebagai pelajaran saja.

Tidak senang atas kejadian itu, keluarga M. Fadli mendatangi mako Polsek Medan Sunggal untuk membuat laporan pengaduan masalah tersebut.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Harry Azhar Hasry SH, SIK, MH, mengatakan pihaknya tetap mengusut kasus tersebut.

“Kita akan mengecek apakah pelaku anggota tekab benaran atau gadungan. Yang terlibat kasus tindakan kriminal pasti kita sikat,” tegas mantan Kasat Reskrim Polres Tanah Karo ini.(wol/gacok/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Ini Kata Rektor USU Soal Mahasiswi Asal Malaysia Meninggal Diduga Terserang Difteri

MEDAN, Waspada.co.id – Diduga terserang virus difteri, Nurul Arifah Ahmad Ali, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.