Home / Medan / MUI Didesak Terbitkan Fatwa Larangan Beribadah Jika Memecah Belah Umat
WOL Photo/muhammad rizki

MUI Didesak Terbitkan Fatwa Larangan Beribadah Jika Memecah Belah Umat

MEDAN, WOL – Ketua Umum Majelis Syuro Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara, Sudirman Timsar Zubil, meminta agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa berisi larangan beribadah di masjid yang bersifat memecah belah umat Islam.

Seperti halnya sejumlah masjid baru yang didirikan pengembang ataupun pihak-pihak tertentu dengan dalih sebagai pengganti masjid yang dirubuhkan atau dipindahkan karena proyek pembangunan.

“Banyak kasus perubuhan atau pemindahan terjadi terhadap masjid-masjid yang pada dasarnya masih layak dan dijadikan tempat beribadah. Tapi karena masuk dalam lokasi proyek pembangunan, masjid akhirnya yang dikorbankan,” kata Timsar Zubil menyikapi persoalan penggusuran Masjid Amal Silaturrahim, Jalan Timah Putih Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, Sabtu (17/3).

Dikatakan, Fatwa MUI penting. Mengingat adanya larangan dalam Al-Quran untuk tidak shalat selamanya di masjid yang dalam agama disebut Masjid Dhiror. Sebagaimana dalam surat At-Taubah ayat 107 dan 108 yang menegaskan larangan shalat selama-lamanya di masjid yang dibangun untuk menimbulkan bencana, kekafiran dan memecah belah orang-orang beriman.

Timsar Zubil mencontohkan keberadaan Masjid Al Khairiah di Jalan Bekiun Kelurahan Silalas, Masjid At Thayyibah di Jalan Multatuli, Masjid Raudhatul Islam di Jalan Sekata Medan Barat dan kini Masjid Amal Silaturrahim di Komplek Rumah Susun Sukaramai yang kini tengah dibangun oleh Perum Perumnas, menjadi contoh-contoh masjid yang telah mengakibatkan perpecahan umat Islam akibat pro dan kontra terhadap pemindahan masjid.

Meski UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan didukung oleh Fatwa MUI Sumatera Utara dan Kota Medan telah melarang pemindahan, pengalihan, maupun jual-beli atas masjid sebagai aset wakaf.

“Melihat persoalan yang terjadi berulangkali terhadap masjid dan telah mengakibatkan perpecahan umat, Fatwa MUI menjadi hal yang mendesak untuk diterbitkan,” tegas Timsar Zubil.

Sebagaimana diketahui persoalan pemindahan, pengalihan, maupun jual beli lahan yang di atasnya berdiri masjid telah berulangkali terjadi. MUI Pusat mencatat setidaknya terdapat 12 masjid yang digusur di Sumatera Utara demi proyek pembangunan.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

DPR Minta Pemerintah Segera Cari Pengganti Vaksin MR yang Difatwa Haram

  JAKARTA, Waspada.co.id – Wakil Ketua Komisi IX Irgan Chairul Mahfiz meminta pemerintah segera berupaya mencari ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: