_
Home / Fokus Redaksi / Minibus Dihantam KA Bandara, Ini Kata Pihak KAI
WOL Photo

Minibus Dihantam KA Bandara, Ini Kata Pihak KAI

MEDAN, Waspada.co.id – Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I, membenarkan ada kecelakaan kereta api bandara Nomor U34 di Km 01 + 324 lintas jalan Medan – Kualanamu Petak Jalan Medan – Bandarkhalifah Jpl 04 SM Raja, menabrak satu unit minibus, Jumat (26/7), sekira pukul 18.25 WIB.

“Benar ada kecelakaan di petak Jalan Medan – Bandarkhalifah,” tutur Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, M Ilud Siregar saat dihubungi Waspada Online.

Dan kasus kecelakaan ini sudah ditangani pihak yang berwenang. Sedangkan kerusakan dan kerugian masih dalam pemeriksaan dan perhitungan oleh tim sarana dan unit terkait, di mana salah satu kerusakan selang angin bagian depan mengalami kerusakan/patah.

“Yang pasti terjadi, keterlambatan perjalanan kereta api di mana rangkaian KA Bandara Nomor U34 ditarik dari lokasi kejadian dengan menggunakan KA Lokpen pada Pukul 19.21 WIB, dan tiba di Stasiun Medan pada Pukul 19.30 WIB,” ungkapnya.

Dan hingga saat ini tingkat kecelakaan di palang pintu perlintasan serta di ruang manfaat jalur kereta api masih tinggi.

“Pada bulan Januari hingga Juni 2019 sudah terjadi 51 kali kejadian kecelakaan di pintu perlintasan resmi dan perlintasan tidak resmi maupun di ruang manfaat jalur kereta api,” jelasnya.

Jumlah kecelakaan itu masing-masing 28 kali kejadian terjadi di perlintasan resmi dan tidak resmi, dan 16 kali pejalan kaki dan 7 hewan ternak di daerah ruang manfaat jalur kereta api.

“Penyebab kecelakaan terbanyak disebabkan oleh pengguna jalan masih tidak disiplin dalam melewati perlintasan. Ketidakdisiplinan itu, antara lain dengan membuka perlintasan liar atau tidak resmi, melanggar pintu yang sudah tertutup atau kurang hati-hati dan kurang waspada,” jelasnya.

Kemudian melanggar atau tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, pengendara tidak melihat kanan-kiri, adanya hewan ternak peliharaan yang tidak dijaga oleh pemiliknya serta masyarakat berada di ruang manfaat jalur kereta api.

“Kita berharap peran serta masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api semakin besar dengan turut serta menjaga ketertiban dan keamanan perjalanan kereta api,” tambahnya.

Peran serta seperti menaati aturan-aturan dan norma yang berlaku serta patuh terhadap rambu-rambu yang ada di perlintasan sebidang dengan jalur kereta api. Kemudian tidak mendirikan bangunan di daerah jalur kereta api dan tidak menempatkan atau menaruh barang berbahaya di daerah jalur kereta api serta tidak berada di ruang manfaat jalur kereta api.

“Sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian di Pasal 38, menyebutkan ruang manfaat jalur kereta api diperuntukkan bagi pengoperasian kereta api dan merupakan daerah yang tertutup untuk umum,” lanjutnya.

Dalam Pasal 181 Undang Undang 23 Tahun 2007, menyatakan setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api.

“Pada Pasal 199 Undang Undang 23 Tahun 2007, pelanggaran terhadap pasal 181 diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp15 juta,” tandas Ilud.(wol/eko/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

适适

Check Also

Tak Peduli Keselamatan, Para Pengendara Lakukan Ini

MEDAN, Waspada.co.id – Tak peduli keselamatan, sejumlah pengendara sepeda motor menerobos palang pintu perlintasan Kereta ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.