Home / Medan / Minah Masih Primadona di Masyarakat Medan
Ilustrasi
Ilustrasi

Minah Masih Primadona di Masyarakat Medan

MEDAN, WOL – Meskipun pemberlakuan penggunaan gas bersubsidi telah lama diterapkan pemerintah baik pusat maupun daerah, namun kompor sumbu masih diminati masyarakat Kota Medan. Hal itu terlihat dari ketersediaan minyak tanah (minah) sebagai bahan bakarnya tersedia di warung-warung tradisional.

Salah seorang penjual minah di Kelurahan Harjo Sari I, Dedi, mengaku kalau dalam sepekan ia bisa menghabiskan 40 liter bahkan lebih, tergantung tingkat kebutuhan konsumen di waktu yang sama.

“Masih banyak ibu-ibu yang nyari minyak lampu (minah, red) ke warung kita. Berapa habisnya, nggak tentu juga. Seminggu itu bisa 40 liter, bisa juga lebih,” ungkapnya, Sabtu (22/4).

Dedi menambahkan, untuk satu liternya ia menjual seharga Rp9 ribu. Meskipun angka yang ia terapkan terbilang cukup mahal, warga yang membeli tidak merasa keberatan. Karena ketakutan akan peristiwa kebakaran yang disebabkan tabung gas bersubsidi bocor mendorong warga kembali menggunakan kompor sumbu.

“Lihat di tipi (televisi, red) banyak kejadian kebakaran karena kompor gas bocor. Jadi pembeli takut masa pakai gas. Karena ada permintaan, makanya kita sediakan minyak lampu,” pungkasnya.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/Eko kurniawan

Pertamina Bantu Pelatihan SEHATI Bagi Kader Posyandu

MEDAN, Waspada.co.id – Untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada kader dan stakeholder tentang Posyandu Terintegrasi, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.