_
Home / Fokus Redaksi / Meneladani Sosok Kartini, Berjuang Demi Pendidikan
WOL Photo/Eko Tarore

Meneladani Sosok Kartini, Berjuang Demi Pendidikan

MEDAN, WOL – Sosok RA Kartini adalah wanita yang patut menjadi teladan bagi kaum wanita, perjuangannya dalam menjunjung tinggi derajat wanita begitu besar dan telah kita rasakan hingga kini.

Dalam meneladani Hari Kartini yang jatuh pada hari ini, 21 April 2016, banyak ditemukan sosok ‘Kartini’ yang berjuang demi kehidupan yang lebih baik.

Masita (45), warga Jalan Sempurna, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, seorang ibu dengan kondisi tubuh yang tak sempurna, namun semangat dan kerja kerasnya untuk merawat dan menyekolahkan anaknya bisa menjadi panutan bagi kita semua.

Saat ditemui Waspada Online di kediamannya, Masita bercerita bahwa dengan kondisi cacat, tidak ada kata menyerah dan tetap berjuang demi anaknya, agar tetap bersekolah, dan berharap suatu saat bisa menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Anak pertama bernama Fajar Ramadhan, sekarang dia sudah kelas 1 SMP, walaupun keadaan fisik saya tidak seperti orang-orang normal lainnya, tapi saya berjuang dan semangat untuk melakukan mengerjakan apapun demi kebutuhan anak saya terutama menyekolahkannya,” ungkapnya.

“Dulu semasa anak saya masih duduk di SD, saya pasti antar dengan alat bantu saya, yakni sepeda ini dan mengayuhnya pakai kaki kiri saya, anak saya juga sering bantu dorong dan salut dengan Fazar yang tidak malu dengan kondisi ibunya yang cacat seperti ini,” ucapnya sembari meneteskan air mata.

Sekarang Fazar sudah Kelas I SMP kalau pergi ke sekolah tidak pernah diantar dan selalu pergi sendiri karena dia bilang tidak mau merepotkan ibunya.

“Ya, apapun saya kerjakan demi mencari nafkah demi anak yang penting pekerjaan yang saya kerjakan halal dan saya tidak mau minta-minta sama orang, karena walaupun saya cacat, tubuh saya masih bisa digerakkan dan berjalan walau tak seperti orang normal lainnya,” tuturnya.

“Di hari kartini ini, saya ingin berpesan kepada seluruh kaum wanita terutama kaum anak muda, untuk tetap selalu bersyukur dan menghargai ibu kalian karena perjuangan mereka untuk anaknya begitu besar dan buat orang orang yang senasib dengan saya, tidak ada kata malu dan menyerah demi anak,” ujar Masita.

Rasa bangga juga diutarakan oleh Fazar Ramadhan, yang begitu salut dengan perjuangan dan semangat ibunya untuk merawatnya hingga beranjak remaja saat ini terutama dalam dunia pendidikanya.

“Bangga, salut dan aku tidak malu punya sosok ibu yang berjuangan demi aku, janjiku adalah aku akan bahagiakan dia suatu saat nanti untuk mengejar cita-cita ku menjadi polisi demi ibuku,” ucap fazar. (wol/eko/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Edy Harap Sumut Jadi Tuan Rumah Yang Baik

TELUK DALAM, Waspada.co.id – Jelang acara puncak kegiatan Sail Nias 2019 pada 13-14 September nanti, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.