_
Home / Medan / Mediasi Gagal, Kasus “Tukangi” Cek Nasabah Bank Panin Diproses di PN Medan
WOL Photo

Mediasi Gagal, Kasus “Tukangi” Cek Nasabah Bank Panin Diproses di PN Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Pengadilan Negeri (PN) Medan menggelar sidang gugatan yang dilayangkan nasabah kepada Bank Panin Tbk, Selasa (10/9).

Sidang yang berlangsung di Ruang Cakra VIII dipimpin Ketua Hakim, Fahren, dihadiri kedua belah pihak kuasa hukum dari pihak penggugat (nasabah-red) dan tergugat (Bank Panin-red). Adapun agenda sidang yakni sidang pemeriksaan pembacaan gugatan.

Namun sangat disayangkan agenda sidang yang berjalan hanya beberapa menit itu tidak mendapat jawaban dari pihak Bank Panin yang berlokasi di Jalan Gunung Krakatau, Kecamatan Medan Timur, mengenai gugatan diduga mengganti jumlah nominal bukti setor transfer cek senilai Rp70.325.300.-

Usai persidangan kuasa hukum tergugat, Rico Yustanto SH, mengaku kecewa dengan sikap pihak Bank Panin yang tidak memiliki itikad baik terkait gugatan yang diajukan kliennya bernama Herman.

“Pada prinsipnya kita cuma mau menyatakan bahwa sidang lanjutan ini diadakan akibat mediasi tidak berjalan lancar. Oleh karena itu, agenda sidang penbacaan gugatan dilaksanakan,” ujar Rico Yustanto.

Dijelaskan, bahwa pada tanggal 22 Mei 2019 kliennya (Herman-red) menyuruh karyawannya mengirimkan (mentransfer) uang ke rekening Bank BCA milik PT Marisi Idola Sumber Sejahtera senilai Rp70.325.300 yang telah jatuh tempo.

Namun selesai melakukan transaksi pihak Bank Panin tepatnya sekira pukul 14.00 WIB (hari yang sama-red) menghubungi Herman bahwa ada kesalah dari pihak teller yang seharusnya berjumlah Rp70.325.300,- menjadi Rp7.033.530.-

“Akibat kesalahan itu, penyetoran pembayaran cek ke PT MISS yang seharusnya lunas, kini klien kami mengalami wanprestasi (tunggakkan baru) terhadap tindakan kelalaian pegawai Bank Panin,” ungkapnya.

Dikatakan, saat kliennya mencoba mempertanyakan kasus kesalahan jumlah angka nominal cek tersebut, pihak Bank Panin terkesan menutupi. Tak hanya itu, pihak Bank Panin secara sepihak tampak dengan sadar telah mencoret dan merubah jumlah nominal di dalam cek BC 140740 tanpa adanya konfirmasi dari kliennya tersebut.

“Di sini jelas ada ketentuan-ketentuan yang dilanggar. Bagaimana bisa cek yang sudah tertulis dengan jelas angka nominalnya tanpa adanya pemberitahuan kepada nasabah dicoret oleh pihak bank. Masak pihak Bank Panin berani “menukangi” jumlah nominal bukti setor transfer cek seharusnya senilai Rp70.325.300,- tetapi dikirim Bank Panin Rp7.032.530,- tuturnya sembari mengaku telah menyimpan semua dokumen salinan transaksi yang dicoret atau dibatalkan sepihak oleh pihak Bank Panin.

“Memang terhadap kasus ini, Herijes selaku Sub Branch Manager dan Jusri Buhali selaku Branch Mananger Bank Panin mengakui kesalahan pengetikan nominal tersebut,” tegasnya.

Rico menambahkan, apabila selama proses persidangan gugatan Perdata Bank Panin tetap tidak ada upaya perdamaian, maka kami akan tetap pada gugatan kami dan akan mengupayakan upaya hukum pidana dengan dugaan tindak pidana pemalsuan surat.

“Di sini kami sudah sangat terbuka mau membuka diri menerima upaya perdamaian. Namun, dari hasil persidangan yang telah dijalani sepertinya tidak ada upaya perdamaian dari Bank Panin,” terangnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Bank Panin, Jefri, saat ditanya awak media dengan gugup mengatakan akan menyampaikan tanggapan terhadap gugatan nasabah pada minggu depan.

“Untuk konfirmasi selanjutnya kepada pimpinan kami saja ya pak,” tukasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Dukun Sabu Divonis 1 Tahun Penjara

MEDAN, Waspada.co.id – Perilaku Wisono Maulana memang tidak pantas di contoh. Pasalnya, bukannya melaporkan ke ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.