Home / Medan / Medan Utara “Dianaktirikan,” Keinginan Pisah Dari Kota Medan Menguat
Muhammad Nasir/foto: Istimewa

Medan Utara “Dianaktirikan,” Keinginan Pisah Dari Kota Medan Menguat

MEDAN, Waspada.co.id – Lambannya pembangunan kawasan Medan Utara membuat kecewa masyarakatnya. Tak pelak, keinginan untuk memisahkan diri dari Kota Medan pun menguat. Seperti yang diungkapkan anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Muhammad Nasir.

Ia kecewa dengan sikap Pemko Medan yang sepertinya masih belum maksimal melakukan pembangunan di kawasan itu (Medan Utara, red). Hal ini tergambar dari banyaknya proyek infrastruktur yang tak kunjung selesai dan terkesan diabaikan.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Medan Utara selalu mengalami banjir berkali-kali terutama saat musim hujan seperti sekarang ini. Masyarakat di Medan Utara selalu khawatir dan was-was karena sewaktu-waktu rumah mereka bisa mengalami kebanjiran tanpa mengenal waktu, apakah pagi, siang bahkan tengah malam,” ujar Muhammad Nasir, saat didaulat menjadi juru bicara Fraksi PKS dalam rapat paripurna Pemandangan Umum Fraksi terhadap Nota Pengantar R-APBD 2019, Senin (22/10) kemarin.

Ia melihat, sepertinya Pemko Medan tidak memiliki solusi terhadap persoalan banjir di kawasan Medan Utara karena dalam sepuluh tahun terakhir pembangunan di Kota Medan tidak mampu menyelesaikan persoalan ini. “Bagaimana kita merasakan penderitaan masyarakat saat rumah-rumah mereka mengalami banjir, sekolah-sekolah harus diliburkan karena banjir, para pekerja terganggu karena sepanjang perjalan menuju tempat kerja juga banjir, aktivitas perekonomian lumpuh dan tidak berdaya. Sementara Pemerintah Kota Medan seolah-olah diam tak mampu melakukan apa-apa,” ketusnya.

Nasir mendesak Pemko Medan untuk segera melakukan kajian penanganan banjir di kawasan Medan Utara yang meliputi kecamatan Medan Deli, Medan Labuhan, medan marelan dan medan belawan. “Jangan sampai ketidakmampuan Pemerintah Kota Medan menangani masalah banjir di Medan Utara menyebabkan keinginan sebagian pihak di sana memisahkan diri dari Kota Medan semakin membesar,” tegasnya.

Muhammad Nasir juga menyampaikan kekecewaan masyarakat di Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan, di mana saat ini pembangunan jembatan sicanang yang putus beberapa waktu lalu semakin tidak jelas.

“Pada hari Sabtu (20/10) kemarin, jembatan yang belum selesai dibangun tersebut hilang terbawa arus sungai. Kami sangat heran, bagaimana konstruksi tersebut dibangun sehingga bisa hilang dibawa arus sungai bukan oleh badai atau gelombang. Kami minta Pemerintah Kota Medan agar menjelaskan kajian pembangunan jembatan tersebut kepada DPRD Kota Medan karena jembatan tersebut menjadi satu-satunya penghubung masyarakat dari dan menuju ke Sicanang Kecamatan Nedan Belawan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Nasir mengatakan, jika kemudian pembangunan jembatan tersebut terindikasi adanya perbuatan melawan hukum, pihaknya sangat mendorong agar aparat penegak hukum bisa melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Sistem Pembelajaran Berbasis HOTS Siap Hadapi Era Millenium

MEDAN, Waspada.co.id – High Order Thinking Skills (HOTS) merupakan cara berpikir pada tingkat yang lebih ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: