_
Home / Fokus Redaksi / Masyarakat Diimbau Jangan Melakukan Parodi “Siap Presiden”
WOL Photo

Masyarakat Diimbau Jangan Melakukan Parodi “Siap Presiden”

MEDAN, Waspada.co.id – Juru Bicara Tim Kampaye Daerah (TKD) Sumatera Utara, Sutrisno Pengaribuan, mengungkapkan selama periode pertama, Presiden Joko Widodo telah melakukan berbagai tindakan yang membuat lembaga kepresidenan sangat dekat dengan rakyat.

Beliau juga melepas “kesakralan” dengan minum kopi di warkop, makan nasi di warteg, ke sawah, ke pasar, ke mall, ke berbagai tempat rakyat.

“Jokowi mengubah pandangan publik terhadap “The Real President”. Beberapa kali kita saksikan beliau berswapoto dengan masyarakat, menjadi juru poto menggunakan ponsel masyarakat,” ungkapnya, Jumat (26/4).

Sutrisno mengatakan, Pemilu 17 April telah dilaksanakan dan hari itu juga quick count telah merilis hasil dengan kemenangan 55 persen terhadap Paslon 01. Akan tetapi Jokowi justru mengimbau agar kita menghormati proses rekapitulasi penghitungan suara di KPU RI.

“Jokowi mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia, dan kepada KPU RI, Bawaslu RI, DKPP RI, TNI, Polri dan semua pihak yang berpartisipasi dalam Pemilu 2019 yang berlangsung aman, damai, dan tertib. Jokowi sama sekali tidak mengadakan deklarasi kemenangan, beliau justru mengajak agar kita kembali bersatu sebagai anak bangsa,” katanya.

Belakangan ini, Sutrisno mengaku beredar di media sosial parodi lakon presiden, ada juga yang menyebutnya plesiden. Satu orang bertindak sebagai presiden, lalu kemudian beberapa orang menghampiri presiden dengan berbaris dan memberi hormat. Parodi serupa telah menyita perhatian publik, dan viral di media sosial.

“Selama Joko Widodo menjabat sebagai Presiden RI VII, kita belum pernah menyaksikan video seperti itu dimanapun, sementara beliau merupakan presiden yang sah, sesuai konstitusi. Berdasarkan quick count, dan real count KPU RI, Joko Widodo memimpin perolehan suara sebagai capres, maka beliau juga akan menjadi presiden untuk periode kedua,” ujarnya.

Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan parodi “siap presiden.” Mari kita menghormati lembaga kepresidenan, sesuai konstitusi. Mari kita meneladani sikap Jokowi yang tetap tenang, dan kembali bekerja. Kita membutuhkan gerakan bersama untuk keutuhan bangsa ini. Pemilihan presiden sudah usai dan tinggal rekapitulasi berjenjang hingga penetapan hasil.

“Saatnya kita kembali bersatu untuk Indonesia Raya, kita bersaudara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Pesta demokrasi telah usai, kita bersama melangkah demi kemajuan Indonesia. Kita benahi yang kurang, kita bersihkan yang kotor, sehingga kita akan menjadi bangsa yang kuat,” pungkasnya. (wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Masyarakat Antusias Dengar Tausyiah UAS

MEDAN, Waspada.co.id – Ribuan warga Kota Medan dan sekitarnya memadati Masjid Agung Medan, Selasa (20/8). ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.