Newsticker
WOL / Fokus Redaksi / Mahasiswa Unimed Hina Nabi Muhammad di Medsos Dikeluarkan dari Kampus
WOL Photo/facebook
WOL Photo/facebook

Mahasiswa Unimed Hina Nabi Muhammad di Medsos Dikeluarkan dari Kampus

Benner-Erry

MEDAN, WOL – Penghinaan dan penistaan terhadap agama terus berglir, dimana seorang mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) mendapat sanksi tegas dari kampus tersebut. Mahasiswa berinisial BPE dari Fakultas Teknik semester II ini dikeluarkan dari kampus karena terbukti menghina Nabi Muhammad SAW di media sosial.

Humas Universitas Negeri Medan (Unimed) Muhammad Surif di mengatakan, pemberhentian BPE sebagai mahasiswa berdasarkan hasil rapat Senat Mahasiswa dan Senat Fakultas.

Menurut Surif, oknum mahasiswa tersebut juga telah dilaporkan ke Polrestabes Medan, karena penistaan Agama Islam yang dilakukan melalui akun Facebook. “Perbuatan oknum mahasiswa itu, sangat keterlaluan dan dianggap dapat merusak nama baik Unimed, serta mempengaruhi mahasiswa lainnya,” ujar Surif.

Ia menyebutkan, akibat perbuatan oknum mahasiswa yang melanggar hukum itu, maka pimpinan Unimed terpaksa harus bertindak tegas. “Unimed tidak akan menolerir mahasiswa yang terbukti melakukan pelanggaran dan apalagi terlibat penistaan agama,” katanya.

Sebelumnya, melalui akun facebook milik mahasiwa berinisial BPE, melakukan chat dengan seseorang dan menghina Nabi Muhammad SAW, dengan kalimat-kalimat menggunakan bahasa Batak.

Dari media sosial tersebut, beberapa orang sempat meng-capture ucapan mahasiswa itu yang dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW.

Beberapa orang yang sempat membagikan capture ucapan oknum mahasiswa itu. Kemudian, postingan itu dibagikan kembali oleh pengguna akun lain. Namun akhirnya, postingan tersebut sampai ke pihak perguruan tinggi itu dan oknum mahasiswa itu dilaporkan ke Polrestabes Medan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan oknum mahasiswa itu telah diamankan, karena tuduhan penistaan agama Islam.

Sebagaimana diketahui, Polrestabes Medan telah dua kali melakukan penyelidikan terhadap kasus penistaan agama, sebelumnya AH (61) warga Perumahan Bukit Hijau Residence, Jalan Setia Budi, Kecamtan Medan Sunggal sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama, Senin (17/4).

Penetapan tersangka terhadap AH menyusul dirinya memposting kalimat yang berisi tulisan hinaan yang telah menyinggung perasaan umat Islam, lewat media sosial facebook, tanggal 11 April 2017. (wol/ant/d2)

Editor: Agus Utama

Baca Juga

WOL Photo

Polda Sumut Amankan 122 Preman

MEDAN, WOL – Direktorat Krimum Polda Sumut mengamankan 122 pelaku tindak premanisme, Jumat (23/6). Penangkapan ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.