Breaking News
Home / Medan / Mahasiswa Minta Tutup Karaoke d’Blues Diduga Sarang Narkoba
WOL Photo

Mahasiswa Minta Tutup Karaoke d’Blues Diduga Sarang Narkoba

MEDAN, WOL – Karaoke d’Blues yang berada di Komplek Millenium, Jalan Kapten Muslim, Medan, diminta mahasiswa tutup. Pasalnya, tempat tersebut disinyalir menjadi sarang narkoba. Selain itu, d’Blues juga melanggar izin operasional, sebab buka  24 jam nonstop.

Ketua Gerakan Mahasiswa Hukum Indonesia (Germahi), Ridho Damanik SH, dengan tegas meminta Pemerintah Kota Medan, melalui Dinas Pariwisata menutup Karaoke d’Blues. Dia menuding ada koordinasi ilegal antara aparat dengan pengelola tempat hiburan malam tersebut. Sebab, baru-baru ini ditemukan 140 pil ekstasi di lokasi, tetapi tidak ada tersangkanya.

“Kami menduga ada semacam kongkalikong antara pengelola dengan aparat. Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan investigasi mendalam mengapa yang bersangkutan tidak diproses secara hukum. Kita akan cross check langsung ke Polrestabes Medan,” ujarnya ketika menjadi pembicara pada Latihan Kepemimpinan (LK) BEM FAK Hukum UMSU, kemarin.

Ridho menambahkan, berdasarkan investigasi yang dilakukan kelompok mahasiswa anti narkoba Fakultas Hukum UMSU di lokasi tersebut, ditemukan fakta bahwasanya sangat mudah untuk mendapatkan narkoba jenis ekstasi dan happy five (H5) di d’Blues.

“Selain narkoba, pajak dari penjualan minuman keras juga mungkin tak masuk ke PAD. Sebab, ketika ditanyakan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Medan, pihak dinas bungkam dan tak banyak berkomentar. Barang kali sudah ‘main mata’ mereka,” katanya.

Soal lokasi itu dibackup aparat, pemerhati hukum Medan, M Teguh Syuhada Lubis SH MH, ketika ditemui di ruang kerjanya meminta kepada penegak hukum agar menindak tegas anggotanya yang terlibat dengan penyalahgunaan jabatan.

“Kami inginkan sanksi tegas, bila perlu pecat saja, karena tindakan yang sudah dilakukan kami nilai adalah sebuah tindakan yang sangat membahayakan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu anggota Komisi C DPRD Medan, Mulia Asri Rambe, mengatakan jika pada kenyataan di lapangan d’Blues sama sekali tak punya izin, maka Dinas Pariwisata harus melakukan penutupan tempat itu.

“Kalau memang tak ada ITUP-nya bisa kita rekomendasikan agar ditutup. Kalau pun ada, peruntukan izin tersebut untuk apa. Kita katakanlah melakukan pengiriman tim untuk melakukan penyelidikan, nah jika di lapangan ada temuan, kita minta agar Dinas Pariwisata mencabut izin operasional dan menutup lokasi tersebut,” pungkasnya.(wol/mrz)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kisruh di Pasar Pringgan, Komisi C Akan Panggil Dirut PD Pasar

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi C DPRD Medan, Hendra DS, merasa heran mengapa Pemko Medan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: