Home / Fokus Redaksi / Macat Total, Jalur Medan-Kabanjahe Menempuh Waktu 6 Jam
WOL Photo/Sastroy Bangun

Macat Total, Jalur Medan-Kabanjahe Menempuh Waktu 6 Jam

MEDAN, Waspada.co.id – Hari ketiga libur cuti bersama Hari Raya Idul Fitri, membuat arus lalu lintas jalur Medan-Kabanjahe macat total, hingga malam ini, Minggu (17/6).

Menurut pengakuan salah seorang pengendara mobil, Imanuel Tarigan, dirinya berangkat dari Padang Bulan Medan, sekira pukul 15.20 WIB, tiba di Kabanjahe pukul 21.32 WIB.

“Luar biasa perjalanan saya dan keluarga hari ini dari Medan-Kabanjahe. Biasanya dua jam sudah sampai, ini menempuh waktu 6 jam lebih. Perjalanan macat total baik dari arah Kabanjahe maupun dari arah Medan. Banyak mobil menyalip dan berhenti di pinggir jalan menambah kemacatan. Padahal petugas kepolisian lalu lalang menggunakan sepeda motor, namun tetap saja macat. Ditambah lagi cuaca kabut dan hujan turun,” jelas Nuel kepada Waspada Online, malam ini.

Menurutnya, titik-titik macat yang dilaluinya karena kunjungan pengendara di objek wisata, yakni Pemandian Sungai Sembahe, Green Hill, Bandar Baru, pembakaran jagung di Penatapan, pemandian air panas di Raja Berneh Doulu, Tongkeh, Mickey Holiday, dan Kota Wisata Berastagi.

“Kemacatan memang sudah menjadi hal yang biasa terjadi di jalur Medan – Berastagi, apalagi pada saat-saat masa liburan begini. Longsor maupun pohon tumbang dan laka lantas di jalan hari ini tidak ada saya lihat,” tutur Nuel.

Sebelumnya, anggota DPRD Karo, Frans Dante Ginting kepada sejumlah wartawan, menyebutkan bisa dikatakan, Jalan Medan–Berastagi sudah darurat macat. Kedepannya jalan alternatif semakin dibutuhkan. Atau pembangunan jalan tol Medan-Berastagi yang dikoneksikan dengan Kualanamu Internasional Airport (KNIA) sekaligus mendukung program Mebidangro (Medan Binjai Deli Serdang dan Karo) semakin dibutuhkan untuk mengantisipasi peningkatan padat volume kendaraan dan rawan macat,” tutur Frans Dante Ginting.

“Pasalnya, kondisi jalan saat ini sudah tidak memadai lagi. Jalan padat kendaraan, terutama pada saat akhir pekan dan hari libur besar. Bahkan di hari-hari biasa kemacatan jalan sudah menjadi pemandangan biasa,” ungkap politisi Partai Golkar itu.

Sementara pantauan Waspada Online, sejumlah titik yang rawan kemacatan di Jalan Medan–Berastagi, yakni mulai dari depan Hairos Medan Kecamatan Pancurbatu, Kecamatan Sibolangit, kilometer 25-26 Desa Sugau, kilometer 27-28, hingga kilometer 48-50 desa Bandar Baru hampir sepanjang jalan kendaraan bergerak lambat.

Selanjutnya, kemacatan jalan di jalur lintas wisata tersebut, semakin parah hingga mendekati kota wisata Berastagi, mulai dari Desa Daulu Pasar dengan Desa Tongkeh hingga Desa Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat dan Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo.

Dari sejumlah media sosial yang sempat dipantau Waspada Online, banyak warga menumpahkan kekesalannya berkaitan dengan ancaman terjebak kemacatan di Jalan Nasional Medan–Berastagi.(roy/wol/data1)

Editor: AGUS UTAMA

Check Also

DPRD: Jalan Lanud Soewondo Statusnya Jalan Kota

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota Komisi D DPRD Medan, Ilhamsyah SH, memastikan bahwa Jalan Adi Sucipto ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: