_
Home / Medan / Lewat Jalur Zonasi, Siswa Miskin Ini Tidak Diterima Masuk SMAN 5 Medan
WOL Photo

Lewat Jalur Zonasi, Siswa Miskin Ini Tidak Diterima Masuk SMAN 5 Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Orangtua siswa yang hendak memasukkan anaknya ke SMA Negeri 5 melalui jalur zonasi (jarak tempat tinggal) kecewa karena tidak diterima masuk. Padahal tempat tinggalnya hanya beberapa meter dari sekolah, dan termasuk dalam keluarga miskin.

Seperti disampaikan Lilis Sinaga, warga Jalan Pelajar, mengaku anaknya tidak diterima masuk SMAN 5 dengan berbagai alasan yang kurang dimengertinya.

“Pihak sekolah menyebutkan nilai UN anak saya rendah, itu saya akui. Namun saya punya kartu PKH, harusnya ini jadi pertimbangan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (9/7).

Lilis mengungkapkan, nilai anaknya untuk jalur zonasi sudah cukup dan termasuk kategori tinggi. “Seharusnya, jika nilai untuk persyaratan jalur zonasi tinggi dan KPH, semestinya anak saya lolos masuk SMAN 5. Rumah saya pun letaknya berhadapan dengan SMAN 5,” ungkapnya.

Lilis menuturkan dirinya diarahkan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan Sumut menanyakan persoalan itu, tetapi setelah ke dinas malah disuruh balik lagi ke sekolah mempertanyakan hal yang sama. “Tetap tidak ada kepastian, saya seperti dibola-bola,” tuturnya sembari kecewa.

Sementara pihak sekolah dikonfirmasi, tidak bisa berkata banyak terkait persoalan itu. Mereka justru merasa jadi tumbal dinas pendidikan.

“Semua kebijakan ada di dinas, sedangkan kami hanya mendapat beban kerja saja,” ujar LJ Situmorang salah satu pendidik SMAN 5.

Ia mengatakan, mulai syarat pendaftaran, pengisian formulir pendaftaran via online dan lain-lainnya merupakan kewenangan dinas pendidikan. Pihak sekolah, kata dia, hanya membantu saja jika ada pelamar yang kurang paham. “Jadi semua kewenangan ada di dinas,” katanya.

Alasan anak Lilis Sinaga tidak diterima, menurutnya karena mendaftar melalui jalur zonasi umum, sementara yang lebih diprioritaskan jalur zonasi program keluarga harapan (PKH) atau keluarga miskin.

“Padahal kuota zonasi PKH di SMAN 5 sebanyak 85 siswa, sementara yang mendaftar 55 orang. Jika melalui jalur ini tentu yang bersangkutan sudah diterima,” tutur LJ Situmorang salah satu pendidik lSMAN 5.

Diakuinya, banyak orangtua calon siswa dan calon siswa tidak memahami jalur-jalur masuk tersebut.

“Jalur zonasi saja ada tiga kriteria, zonasi umum, zonasi PKH dan zonasi untuk guru (memprioritaskan anak guru),” ujarnya mengaku juga baru mengetahui syarat tersebut setelah menjadi panitia penerimaan.

Sementara, Kadis Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis, dikonfirmasi tidak mengangkat ponselnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Generasi Muda Harus Bercita-cita Bangun Sumut

PANDAN, Waspada.co.id – Peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam membangun Sumatera Utara (Sumut) menjadi provinsi yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.