Home / Medan / Lestarikan Seni Budaya Melayu Melalui Lomba Tari dan Berbalas Pantun
WOL Photo

Lestarikan Seni Budaya Melayu Melalui Lomba Tari dan Berbalas Pantun

MEDAN, Waspada.co.id – Walaupun hujan namun antusiasme masyarakat mengikuti acara pembukaan perlombaan seni budaya tari Melayu, berbalas pantun dan pagelaran Ketoprak Dor di panggung terbuka Merdeka Walk Medan cukup tinggi, Sabtu (21/7).

Selain peserta, tenda acara dipenuhi pengunjung yang ingin menyaksikan pertunjukan gawean Dinas Kebudayaan Kota Medan tersebut.

Pertunjukan yang digelar dalam upaya melestarikan seni budaya Melayu yang orisinil dan megah sebagai etnis asli Kota Medan dibuka langsung Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin didampingi Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda Nanda Ramli.

Pembukaan ditandai dengan penabuhan gendang yang dilakukan Wali Kota bersama Wakil Ketua DPRD Medan. Setelah itu dilanjutkan dengan pertunjukan tari-tarian serta berbalas pantun. Selain warga Kota Medan, pertunjukan yang jarang digelar ini turut juga disaksikan sejumlah turis mancanegara yang tengah melintasi Merdeka Walk.

Di hadapan Kadis Kebudayaan Medan Suherman, Kadis Perdangangan Medan Syarif Armansyah Lubis, Kepala Taman Budaya Sumut Deny Elfriansyah, serta para seniman tari, pantun dan teater Medan, Wali Kota dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh digelarnya kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Guna melstarikan budaya Melayu tidak akan hilang dari muka bumi, Wali Kota mengatakan perlombaan seni budaya tari Melayu, berbalas pantun dan pagelaran Ketoprak Dor harus mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa bangga akan identitas diri sebagai bangsa Melayu.

“Hal ini sangat penting dilakukan agar bangsa Melayu mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Selain itu yang lebih penting lagi agar budaya Melayu tidak kian tergerus dengan perubahan zaman,” tukas Wali Kota.

Sebelumnya Kadis Kebudayaan Kota Medan, Suherman, dalam laporannya menjelaskan perlombaan seni budaya Tari Melayu, Berbalas Pantun dan Pagelaran Ketoprak Dor merupakan bagian rangkaian perayaan HUT ke-428 Kota Medan. Adapun tujuan kegiatan ini digelar dalam rangka melestarikan seni budaya Melayu yang orisinil dan megah sebagai etnis asli Kota Medan.

Selain itu melalui kegiatan ini, jelas Suherman, guna memperkenalkan budaya Melayu kepada wisatawan dalam dan luar negeri yang sedang berkunjung ke Medan. “Kemudian untuk meningkatkan kreativitas masyarakat, termasuk generasi muda dalam bidang seni dan budaya, serta melanjutkan program pemerintah dalam rangka pembangunan kebudayaan,” terang Suherman.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Korut Bebaskan Turis Jepang Atas Dasar Kemanusiaan

PYONGYANG, Waspada.co.id – Pemerintah Korea Utara menyatakan bahwa mereka membebaskan seorang turis asal Jepang yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: