Breaking News
Home / Medan / LBH Medan Kecewa Isi Dakwaan 2 Wartawan Korban Pemukulan Anggota TNI AU
WOL Photo
WOL Photo

LBH Medan Kecewa Isi Dakwaan 2 Wartawan Korban Pemukulan Anggota TNI AU

MEDAN, WOL – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menyayangkan dakwaan Oditur Militer yang muncul pada persidangan dugaan penganiayaan wartawan yang dilakukan oknum TNI AU Lanud Soewondo, Prada Rommel P Sihombing, di Pengadilan Militer I-02 Medan, Senin (19/6).

Dalam dakwaan disebutkan, Rommel tersulut emosi setelah wartawan terbitan Medan bernama Array A Argus menepis tangannya saat memberi instruksi untuk meninggalkan lokasi pada kerusuhan di Sari Rejo, 15 Agustus 2016 lalu.

“Yang jelas tadi saudara Array menjelaskan tidak ada tepisan tangan, tapi nyatanya dalam dakwaan oditur militer ada tepisan tangan. Nah, itu yang kita pertanyakan,” kata Tim Advokasi Pers Sumut dari LBH Medan, Aidil Aditya usai sidang.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang dituangkan Array sewaktu menjalani pemeriksaan sama sekali tidak ada menjelaskan bahwa kasus penganiayaan itu berawal adanya tepisan tangan dari Array. Untuk itu, LBH Medan sangat mempertanyakan munculnya tepisan tangan dalam dakwaan Oditural Militer.

“Kami telah mendampingi Array sewaktu di-BAP, tidak ada mengatakan menepis tangan kawan-kawan TNI AU pada saat itu. Setahu kami dakwaan dasarnya adalah BAP, tapi kenapa justru seperti itu. Khalayan mereka atau bagaimana, kami tidak mengerti,” ungkap Aidil.

Selain itu, pelanggaran yang disangkakan terhadap Rommel hanya dikenakan Pasal 170 jo Pasal 351, tanpa dikenakan pelanggaran Undang Undang Pers. Padahal, saat itu Array sedang menjalankan tugasnya sebagai jurnalis namun dihalangi oleh Rommel.

“Terkait sanksi pidana, kemarin melaporkan Pasal 18 UU Pers, itu yang kita tekankan, karena kawan-kawan saat itu sedang menjalankan tugas, tapi dihalang-halangi,” sambungnya.

Makanya, sambung Aidil, patut menjadi pertanyaan kenapa Pasal 18 UU Pers dihilangkan oleh oditur militer. Seharusnya pasal itu dimuat dalam dakwaan karena permasalahan yang dialami Array sebagai jurnalis menjadi korban saat peliputan.

“Kenapa Pasal 18 ini dihilangkan. Seharusnya pasal itu dimuat dalam dakwaan, karena Array kan saat itu sedang menjalankan tugasnya sebagai jurnalis. Saya kira itu yang harus dievaluasi dari dakwaan tadi,” jelasnya.

Dalam dakwaan yang dibacakan Oditur Militer Darwin Hutahaean di Ruang Utama Pengadilan Militer I-02 Medan mengatakan, kejadian penganiayaan ini bermula ketika Array A Argus bersama rekannya sesama awak media cetak terbitan Medan, Teddy Akbari mendapat kabar bahwa situasi Sari Rejo kian memanas menyangkut sengketa tanah antara warga dengan TNI AU Lanud Soewondo 15 Agustus 2016 lalu. Kemudian Array dan Teddy pergi ke Sari Rejo berboncengan menaiki sepeda motor.

Saat berada di Jalan Teratai, Array dan Teddy didatangi rombongan TNI AU dan menanyakan tujuan kenapa keduanya masih berada di kawasan tersebut. Salah satunya Rommel P Sihombing.

Namun yang muncul dalam dakwaan tersebut, Rommel P Sihombing nekat menghajar Array membabi buta karena tersulut emosi. Saat itu Array disebut menepis tangan Rommel. “Bahwa pada saat kerusuhan di Sari Rejo, Rommel P Sihombing terpancing emosi setelah saksi Array A Argus menepis tangannya,” kata Darwin.

Tak terima tangannya ditepis, Rommel P Sihombing kemudian menendang perut Array hingga terpental ke bebatuan. Mencoba menyelamatkan diri, Array lantas sembunyi di belakang rumah warga. Namun nahas, ia tak bisa melarikan diri dari amukan Rommel karena bagian samping rumah warga tertutup seng bekas. Ia pun kemudian menjadi bulan-bulan anggota TNI AU Lanud Soewondo.

Dalam dakwaannya, Rommel P Sihombing hanya disangkakan melanggar Pasal 170 jo Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. Namun, Rommel P Sihombing sama sekali tidak dikenakan UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers karena menghalangi awak media yang sedang melakukan peliputan.

Usai mendengarkan dakwaan, Rommel P Sihombing melalui penasihat hukumnya yang disediakan Lanud Soewondo, Andrie G menyatakan akan melayangkan eksepsi pada persidangan berikut, Selasa 4 Juli bulan depan. (wol/lvz)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

foto: zimbio

Pemain Atletico Tuntut Komitmen Griezmann

MADRID, WOL – Antoine Griezmann dipersilakan pergi dari Atletico Madrid jika tidak memberikan komitmen penuh ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.