Home / Medan / Laporan Reses: Dapil II Krisis Lahan Pekuburan dan Rawan Narkoba
Juru bicara anggota DPRD Medan Dapil II, Proklamasi Naibaho, saat membacakan Laporan Reses Dapil II.

Laporan Reses: Dapil II Krisis Lahan Pekuburan dan Rawan Narkoba

MEDAN, Waspada.co.id – Kecamatan Medan Polonia tampaknya butuh perhatian serius dari Pemerintah Kota Medan dan pihak kepolisian. Selain krisis lahan pekuburan, kawasan ini juga rawan peredaran narkoba. Permasalahan inilah yang disampaikan legislator daerah pemilihan (Dapil) II yang diwakili, Proklamasi Naibaho, saat menyampaikan laporan kegiatan reses I tahun 2018 di sidang paripurna DPRD Medan, belum lama ini.

Proklamasi memaparkan aspirasi warga yang mereka terima di Dapil II meliputi 6 kecamatan. Yaitu, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Polonia, Medan Tuntungan, Medan Sunggal dan Medan Maimun. Warga Medan Polonia mengeluhkan peredaran narkoba di wilayah mereka yang semakin marak, sehingga perkembangan generasi muda terganggu. Pemko, DPRD dan aparat keamanan diharapkan berkordinasi agar peredaran narkoba bisa diberantas.

“Selain itu, warga Polonia saat ini krisis lahan pekuburan. Pemko Medan diharapkan mengganggarkan alokasi dana untuk pembelian lahan pekuburan di Kecamatan Medan Polonia. Karena lahan pekuburan di Jalan Starban sudah sangat padat. Masyarakat sangat kesulitan mencari mencari tempat pekuburan apabila ada yang meninggal dunia,”ujar Proklamasi seraya menambahkan, warga juga mengeluhkan peternakan babi di kawasan Jalan Starban Ujung karena aromanya menganggu kenyamanan. Pemko Medan diminta menindak karena pengusaha ternak sudah melanggar peraturan Wali Kota tentang larangan berternak hewan kaki empat di kawasan Kota Medan.

Selanjutnya politisi Gerindra ini merincikan di Kecamatan Medan Johor, masyarakat meminta perbaikan atau pengaspalan jalan mulai dari persimpangan Jalan Luku III sampai perbatasan Kelurahan Simalingkar B (sepanjang Jalan Pintu Air IV) yang kondisinya rusak parah. Juga pemasangan lampu jalan di setiap lingkungan Kelurahan Kwala Bekala.

Di Medan Selayang, Pemko diminta agar merealisasikan pengecoran Jalan Bunga Wijaya 2 PAM Tirtanadi Pasar IV tembus ke Pasar V karena sudah lama diusulkan. Warga juga meminta pengaspalan jalan di Bunga Sedap Malam I A, B, C yang sudah 15 tahun tak diperbaiki.

Warga Kecamatan Medan Tuntungan mengeluhkan kualitas air PDAM Tirtanadi yang bau dan sering mati. Padahal tagihan air mahal dan didenda jika terlambat bayar. Warga juga meminta agar diperbaiki jembatan rusak menuju Jalan Ladang Bambu dan pemasangan serta perbaikan lampu jalan di Jalan Kapas, Sagu, Vanili, Bunga Ncole, Petunia Raya, dan Jalan Jahe Simalingkar.

“Sedangkan di Kecamatan Medan Sunggal, Pemko diminta lebih teliti memberikan izin pembangunan di daerah jalur hijau, terutama di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS),” ujarnya.

Di Kecamatan Medan Maimun, warga minta perbaikan kanal dan pengerukan Sungai Deli dari Jalan Avros hingga Jalan Palang Merah. Diminta juga pengaspalan di Jalan Pantai Burung dan Jalan Brigjen Katamso Lingkungan XXI, Kampung Baru.

“Kami minta hasil reses ini segera direspon Pemko Medan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Sehingga keinginan masyarakat dapat terwujud,” sebut Proklamasi yang mewakili rekan satu Dapilnya yakni Henry Jhon Hutagalung, Iswanda Ramli, Burhanuddin Sitepu, Daniel Pinem, Ilhamsyah, Salman Alfarisi, Irsal Fikri, Kuat Surbakti, Bangkit Sitepu, Maruli Tua Tarigan dan Andi Lumban Gaol.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

DPRD: Lemah Atasi Banjir, Evaluasi Anggaran OPD Terkait

MEDAN, Waspada.co.id – Sekretaris Komisi D DPRD Medan, Salman Alfarisi, menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: